Oleh: hurahura | 7 Agustus 2010

Situs Purbakala di Klaten Terancam Jalan Tol

Wartakota.co.id, Kamis, 5 Agustus 2010 – Pemerintah Kabupaten Klaten merasa khawatir rencana pembangunan jalan tol Solo-Yogyakarta akan merusak kawasan situs-situs purbakala yang harus dilestarikan keberadaannya.

Pemkab Klaten dengan Kementerian Pekerjaan Umum telah memetakan dua lokasi alternatif jalur jalan tol, yakni Klaten bagian utara dan selatan, yang ternyata akan melintasi kawasan situs-situs yang dilindungi. Demikian kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Klaten, Bambang Sigit, di Klaten, Kamis (5/8).

“Pemkab kini kebingungan untuk memberikan keputusannya, karena dua alternatif rencana proyek tol tersebut akan melintasi keberadaan situs-situs purbakala atau kawasan yang dilindungi,” katanya.

Jika proyek tol melalui jalur utara, jata Sigit, maka akan melintasi situs Candi Ratu Boko dan Candi Sojiwan. Sedangkan di selatan terdapat banyak candi-candi yang masuk di dalam kompleks Candi Prambanan, seperti Candi Sewu, Candi Plaosan Lor, dan Kidul.

“Semua candi itu, kini masih dalam penelitian dan dilindungi sebagai Benda Cagar Budaya (BCB),” katanya.

Rencana tersebut, kata dia, telah tertuang dalam draf Raperda Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) yang kini sudah dikaji di tingkat provinsi. Dalam draf tersebut berisi di antaranya, pemetaan wilayah jalur Klaten sebelah utara yang akan dilewati proyek, yakni Kecamatan Delanggu, Ceper, Kebonarum, Karangnongko, dan Prambanan. Sedangkan di selatan yakni, Kecamatan Gantiwarno, Wedi, Kalikotes, dan Trucuk.

Selain itu, kata dia, pembebasan tanah untuk proyek tol akan menyedot dana pemerintah yang tidak sedikit.

Kendati demikian, pihaknya menyarankan pembangunan jalur bebas hambatan tersebut paling tepat dapat menggunakan jalan layang. “Jalan layang lebih mudah, karena minim konflik sosial. Bahkan, dapat menghindari kawasan situs purbakala,” katanya.

Sementara Kasi Pelestarian dan Pemanfaatan, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah, Gutomo menjelaskan, keberadaan situs purbakala dilindungi oleh Undang Undang Nomor 5/1992, tentang BCB.

Menurut dia, belum ada sejarahnya candi yang dipindah untuk kepentingan proyek jalan. Proyek jalur tol itu, dapat dibelokan untuk menghindari situs BCB. (Antara/ink)

Iklan

Responses

  1. Smoga segera ketemu jalan / lokasi terbaik. Situs bersejarah tetap lestari dan proyek jalan tol bisa tetap terlaksana.

  2. ternyata hasil tulisanku byk yg menarik.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori