Oleh: hurahura | 26 November 2014

Peradaban Liyangan di Atas Tapak Bencana

Liyangan-01KOMPAS/AHMAD ARIF

Ketua Tim Penelitian Situs Liyangan dari Balai Arkeologi Yogyakarta Sugeng Riyanto menunjukkan batuan vulkanik yang berada di dasar candi, yang ditemukan di Liyangan, Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Minggu (23/11). Temuan itu menunjukkan, candi itu dibangun di atas tapak kawasan yang pernah dilanda bencana letusan gunung api, sebelum kemudian terkubur letusan dahsyat Gunung Sindoro sekitar 1.000 tahun lalu.

Penggalian di Liyangan, Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menemukan peradaban di era Mataram Kuno itu dibangun di atas material vulkanik. Sebelum terkubur letusan hebat Gunung Sindoro, situs itu diduga pernah dilanda letusan serupa. Hal itu membuktikan bahwa masyarakat cenderung kembali ke tapak bencana.

”Bukti peradaban itu dibangun di atas letusan gunung api bisa dilihat dari batu andesit sisa letusan di bawah candi bagian bawah,” kata Ketua Tim Penelitian Situs Liyangan dari Balai Arkeologi Yogyakarta Sugeng Riyanto, di lokasi penggalian, di Liyangan, Minggu (23/11).

Berulang Kali Dilanda Letusan Gunung Sindoro

Situs Liyangan, yang ada di ketinggian 1.200 meter dari permukaan laut (mdpl), ditemukan pertama kali oleh petambang pasir pada 2010. Sejak itu, Balai Arkeologi Yogyakarta menggali situs permukiman Mataram Kuno terlengkap yang pernah ditemukan. Situs itu terkubur material vulkanik berupa awan panas dari Gunung Sindoro, yang puncaknya berjarak hanya 7 kilometer dari situs Liyangan. ”Jejak peradaban tertua di situs ini yang diidentifikasi dari abad ke-6,” ujarnya.

Memasuki tahun keempat, penggalian arkeologis di situs itu menemukan dua candi, struktur talud, sejumlah kayu, dan anyaman bambu terarangkan, berbagai benda logam, dan komoditas pertanian, seperti pala. Di lokasi itu ditemukan 8.000 pecahan keramik dan tembikar. Sebanyak 100 keramik Tiongkok dari Dinasti Tang (abad ke-9) berhasil direkonstruksi. Itu menandakan interaksi kebudayaan Mataram lama dengan daerah lain.

”Situs Liyangan kemungkinan setingkat kabupaten, bahkan lebih rendah lagi. Keragaman temuan menunjukkan kemajuan peradaban saat itu, misalnya kemampuan membuat talud,” katanya. Situs itu menjadi mata rantai emas peradaban Mataram Kuno, yang belum banyak diketahui jejak permukimannya.


Menyikapi bencana

Menurut Sugeng, dengan adanya situs itu, kita tahu peradaban masa lalu, termasuk cara mereka menyikapi bencana, mengingat lokasinya di zona bahaya gunung api. Selain batuan andesit di bawah fondasi candi, ada batu vulkanik besar di tengah jalan batu di sekitar kompleks. ”Batu vulkanik ini ada di sana sebelum jalan batu ini dibangun. Artinya, sebelum ada jalan itu terjadi letusan gunung api,” tuturnya.

Selain itu, di tanggul batu paras yang dibangun di sekitar candi, ada jejak pernah dilanda bencana, lalu direnovasi dengan batuan jenis berbeda dengan bentuk berbeda, yaitu batuan andesit. Pemakaian material berbeda menandakan kawasan itu pernah rusak karena bencana.

Menurut penanggalan pada artefak di Liyangan, ditemukan angka tahun 587 M, 742 M, 846 M, 913 M, dan 971 M. ”Kemungkinan letusan besar mengubur situs itu 971 M, lalu ditinggalkan. Ada indikasi mereka kembali, lalu terjadi lagi letusan besar abad ke-17. Jadi, kawasan itu berulang kali kena letusan gunung api, tetapi mereka kembali ke lokasi sama,” paparnya.

Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Gunung Api, Desa Purbosari, termasuk Liyangan, ada pada Peta Kawasan Rawan Bencana II Gunung Sindoro. Daerah itu berpotensi dilanda awan panas. Kepala Badan Geologi Surono menyatakan, Gunung Sindoro kemungkinan pernah erupsi besar sebelum tahun 1600. (AIK)

(Sumber: Kompas, Senin, 24 November 2014)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: