Oleh: hurahura | 1 Juni 2012

Bekas Pelabuhan Belanda Ancam Warga

KOMPAS/INGKI RINALDI

Gerombolan ikan teri, Sabtu (26/5), terlihat di sekitar bekas dermaga di Pulau Pisang Gadang, Kota Padang, Sumatera Barat, yang dibangun pemerintah kolonial Belanda. Di pulau dengan sekitar 30 penduduk itu juga terdapat sejumlah makam peninggalan Belanda.

KOMPAS, Senin, 28 Mei 2012 – Bekas dermaga pelabuhan yang dibangun Pemerintah Hindia Belanda di Pulau Pisang Gadang , Kota Padang, Sumatera Barat, kini berbahaya bagi warga. Seperti disaksikan Kompas, Sabtu (26/5), patahan sembilan batang besi konstruksi dermaga yang menonjol keluar itu bisa mengancam warga yang berenang di sekitarnya. Batang besi itu patah dan membentuk ujung yang runcing.

Banyak pengunjung yang berenang di sekitar dermaga itu. Mereka harus amat berhati-hati, sebab hempasan gelombang bisa menggiring tubuh pengunjung mendekati struktur dermaga itu.

Susunan bebatuan dan campuran semen yang membentuk dermaga itu terlihat putus di bagian tengahnya. Penyelaman di sekitar ujung dermaga menunjukkan reruntuhan konstruksi dermaga itu membenam ke dasar perairan.

Seorang warga Pulau Pisang Gadang, Asrizal (42), mengatakan, dahulu dermaga itu menjorok jauh ke arah laut. ”Dermaga itu putus di tengah,” katanya.

Sejarawan dari Universitas Andalas, Padang, Gusti Asnan, di Padang, Minggu, mengakui, Pulau Pisang Gadang dahulu difungsikan oleh Belanda sebagai Pelabuhan Rede. Pelabuhan yang menampung kapal besar, sebab pelabuhan utama di Padang saat itu tak cukup besar untuk mendukung aktivitas bongkar muat kapal. ”Saat itu pelabuhan utama di Padang adalah Pelabuhan Muaro,” jelasnya.

Aktivitas kepelabuhan di Pulau Pisang Gadang, kata Gusti, tercatat ramai hingga akhir abad ke-19. Pelabuhan di Pulau Pisang Gadang terbenam oleh Pelabuhan Teluk Bayur. Semakin lama, pelabuhan di Pulau Pisang Gadang pun ditinggalkan sehingga dermaganya rusak dan tidak pernah diperbaiki lagi.

Di pulau yang berjarak sekitar 2 kilometer dari Pantai Air Manis, Kota Padang, itu juga terdapat sejumlah kuburan prajurit Belanda. Itu terbaca dari sejumlah batu nisan yang ada. Sejumlah bekas peninggalan sejarah lain di pulau itu juga terabaikan. (ink)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: