Oleh: hurahura | 24 Juli 2013

SITUS BUDAYA: Pembangunan Pabrik Baja di Trowulan Dihentikan

KOMPAS, Rabu, 24 Juli 2013 – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Mojokerto menghentikan sementara rencana pembangunan pabrik pengecoran baja di kawasan cagar budaya Trowulan. Di sisi lain, masyarakat mendesak agar pemerintah dan DPRD Kabupaten Mojokerto segera menetapkan peraturan daerah tentang rencana tata ruang wilayah.

Kesimpulan itu diambil Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Puji Sri Lestari, Selasa (23/7), setelah menerima perwakilan warga Desa Wates Umpak dan Jati Pasar yang menolak pembangunan pabrik pengecoran baja. Dalam pertemuan itu terungkap, izin mendirikan bangunan (IMB) yang diberikan pemerintah daerah cacat hukum karena memanipulasi informasi.

Disebutkan, IMB terbit setelah pemerintah daerah menerima rekomendasi dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur. Menurut Aris Sofyani, Ketua BPCB Jatim, pihaknya tidak pernah memberikan rekomendasi. Ia meminta agar Puji membacakan surat BPCB yang diterima pemerintah kabupaten dan terungkap bahwa pihak BPCB hanya menjawab pertanyaan pengelola pabrik terkait status bangunan pabrik lama yang bergerak di bidang pertanian.

Seperti diberitakan Kompas, Selasa (23/7), sebuah pabrik pengecoran baja akan didirikan sekitar 500 meter dari situs gapura Wringin Lawang dan fondasi Wates Umpak yang masuk situs Trowulan.

Supriyadi, seniman patung perunggu yang aktif menggiatkan kegiatan seni budaya di Trowulan, selesai pertemuan, mengungkapkan, pemerintah daerah dan DPRD sudah membuat rencana strategis (renstra) tata ruang, tetapi renstra tersebut belum disahkan DPRD.

Dalam renstra tersebut, wilayah Kecamatan Trowulan dimanfaatkan sebagai industri pariwisata dan kebudayaan. Adapun kawasan industri berat berada di Kecamatan Ngoro dan Jetis, sedangkan agrobisnis di Kecamatan Trawas dan Pacet. ”Namun, ini pabrik industri berat malah ada di Trowulan,” kata Supriyadi.

Aris mengakui, pihaknya tidak bisa melarang pendirian pabrik karena hingga sekarang, meski nama Trowulan diakui internasional, kawasan tersebut belum ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya, baik oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. (IND)
KOMENTAR

Iklan

Responses

  1. Kita harus pertahankan Trowulan sebagai situs cagar budaya…. pemda bersama dprd harus mendukung usul ini.
    Kita memerlukan Pabrik baja, yang akan menyerap tenaga kerja setempat, tapi TIDAK dengan menghancurkan situs cagar budaya…. pemda dapat memberikan mereka imb ditempat lain….

  2. Kita harus jaga situs cagar budaya. Ini adalah bagian perjalan bangsa kita. Dimana kita akan menemukan jatidiri bangsa kalau banyak situs sejarah dirusak. Pembangunan pabrik apapun untuk perkembangan perekonomian itu penting, tapi lebih bijaklah memilih lokasi pendiriannya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori