Oleh: hurahura | 26 Juli 2010

Orang Rimba Dipamerkan di Museum Jambi

Keberadaan dan aktivitas orang rimba atau suku anak dalam yang menempati Taman Nasional Bukit Duabelas, Jambi, dipamerkan di Museum Negeri Jambi, selama 20-27 Juli. Pameran ini bertujuan mengapresiasi komunitas yang merupakan salah satu suku terasing tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi Didy Wurjanto mengatakan, pihaknya mengundang satu kelompok orang rimba di wilayah Kabupaten Batanghari untuk mengisi stan di Museum Negeri Jambi. Mereka akan memperlihatkan sejumlah aktivitas khas orang rimba, seperti memasang jerat hewan buruan, meramu obat-obatan tradisional, mengambil madu di pohon, dan bertutur dengan bahasa rimba.

Melalui kegiatan bertema “Sekilas Kehidupan Orang Rimba di Daerah Aliran Sungai Batanghari” ini, museum diharapkan memiliki fungsi lebih dan dapat lebih menarik minat pengunjung. “Kami berharap pengunjung museum tidak hanya datang ke museum untuk sekadar melihat koleksi benda-benda mati di sana, tapi juga dapat mengikuti aktivitas dan mempelajari kehidupan orang rimba,” ujarnya.

Selain itu, pengunjung museum juga dapat mempelajari sejumlah informasi, seperti asal-usul orang rimba, peta persebaran orang rimba, identitas khasnya, sistem mata pencarian, sistem daur hidup, sistem sosial, sistem kepercayaan, kearifan lokal, dan masa depan, serta harapan orang rimba akan kehidupan mereka di hutan.


Ikon budaya

Menurut Didy, orang rimba merupakan salah satu ikon budaya Jambi. Komunitas suku terasing yang jumlahnya dipekirakan tinggal 3.000 keluarga ini memiliki kearifan terhadap hutan, yaitu menjaga, memelihara, dan melestarikan hutan sambil memanfaatkan sumber daya yang terkandung di dalamnya.

Namun, sebagian besar masyarakat belum mengetahui kehidupan mereka dan tidak dapat berinteraksi karena jauhnya mencapai lokasi tempat tinggal orang rimba, yaitu di kawasan dan sekitar Taman Nasional Bukit Duabelas. Dengan adanya pameran ini, masyarakat setidaknya dapat mengenal lebih dekat orang rimba.


Revitalisasi

Terkait keberadaan museum, Direktur Museum Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Intan Mardiana mengatakan, pameran ini merupakan salah satu upaya pemerintah merevitalisasi museum pada tahun ini.

Selain itu, pihaknya mengupayakan sejumlah kegiatan menarik untuk mendorong minat masyarakat mengunjungi museum. Terkait program nasional, revitalisasi museum akan dilaksanakan pada 80 gedung museum se-Indonesia selama kurun waktu 2010-2014.

Rehabilitasi gedung Museum Negeri Jambi merupakan salah satu dari enam museum yang masuk dalam target revitalisasi gelombang pertama. Dengan dilaksanakannya revitalisasi, diharapkan keberadaan museum itu akan lebih sering dimanfaatkan dan dikunjungi masyarakat, warga Jambi pada khususnya.(ITA)

(Kompas Sumbagsel, Kamis, 22 Juli 2010)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: