Oleh: hurahura | 13 Agustus 2010

Masjid Agung Kairouan Situs Islam Tertua di Afrika

mediaindonesia.com, Jumat, 13 Agustus 2010 – SETIAP kota di Tunisia memiliki masjid agung, tapi Masjid Agung Kairouan adalah yang paling penting dari semuanya. Ini adalah tempat ibadah Islam tertua di Afrika dan umumnya dianggap sebagai situs paling suci keempat dalam Islam setelah Mekkah, Madinah, dan Yerusalem.

Selama berabad-abad, Masjid Agung Kairouan menjabat sebagai tujuan ziarah di Afrika Utara yang tidak dapat melakukan perjalanan panjang ke Mekah. Menurut keyakinan populer, tujuh perjalanan ke Kairouan bernilai satu haji ke Mekah.

Masjid Kairouan dibangun pada 670 oleh pendiri Kairouan Sidi Oqba, tidak lama setelah kedatangan muslim Arab ke Afrika Utara. Setelah itu mengalami penyempurnaan oleh Emir Ahmad Ibrahim Abou pada 863. Masjid ini juga dikenal sebagai Masjid Sidi Oqba.

Bagian luar Masjid Agung Kairouan dengan dinding-dinding menopang merupakan tipikal desain Aghlabid. Di masjid ini, Anda juga bisa menemukan menara besar yang mengesankan.

Umat muslim dapat memasuki masjid ini melalui sembilan pintu gerbang yang berbeda. Sedangkan untuk pengunjung non-Muslim menggunakan gerbang utama pada rue Oqba ibn Nafaa dan harus berpakaian sopan. Bila pakaian Anda tidak berkenan, sebuah jubah tersedia di pintu masuk.

Begitu sampai di halaman masjid, Anda akan melihat ubin batu dengan hiasan rumit lubang pengeringan di tengahnya. Lubang ini berfungsi untuk menyaring air hujan menuju ke dalam sumur yang berusia 9 abad. Di sekitar halaman juga ada portico melengkung yang indah dengan sekitar 400 pilar kuno.

Semantara itu, di sisi utara halaman, Anda akan menemukan menara dengan ketinggian 115 kaki. Tingkat terendah dari menara ini dibuat pada 728.

Puas berkeliling halaman, Anda bisa memasuki ruang ibadah. Untuk umat muslim dianjurkan melepaskan sepatu dan mengambil air wudhu terlebih dahulu di serambi. Ruang ibadah ini diatapi oleh kubah dengan pintu masuk berukir kayu indah yang berasal dari 1829.

Khusus non-muslim tidak diperbolehkan memasuki ruang ibadah, tapi pintu dibiarkan tetap terbuka untuk memungkinkan melihat sekilas interior yang terdiri dari 17 lorong dengan dukungan 414 tiang marmer kuno. Aula ini diterangi oleh lampu dengan karpet yang menutupi seluruh lantai.

Di bagian Selatan masjid juga terdapat lorong yang mengarah ke mihrab keramik abad ke-9. Ubin dari mihrab tersebut, serta kayu untuk mimbarnya diimpor dari Baghdad.

Masjid ini buka setiap hari mulai pukul 08.00-14.00 waktu setempat dan ada tiket masuknya seharga TD4,2 (sekitar Rp30 ribu).(*/X-12)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori