Oleh: hurahura | 27 Juli 2011

Benteng Ancol Kian Tenggelam

Warta Kota, Sabtu, 23 Juli 2011 – Salah satu situs bersejarah yang berada di sekitar lokasi kawasan Taman Impian Jaya Ancol adalah ’Benteng Ancol’. Sayang kini dalam kondisi nyaris punah terendam air dan tanah urukan yang melanda kawasan tersebut. Menurut catatan Dinas Museum dan Sejarah DKI Jakarta (1987), Benteng Ancol dibangun sekitar tahun 1920 oleh tentara KNIL Hindia Belanda. Data ini diperoleh berdasarkan keterangan lisan dari Wadjat, salah seorang warga Tanjung Priok yang turut bekerja dalam pembangunan Benteng Ancol itu. Fungsi benteng adalah sebagai tempat menyimpan senjata dan tempat menaruh berbagai peralatan perang untuk meningkatkan pertahanan di Batavia dalam menghadapi serangan Jepang. Juga untuk menyalurkan senjata lewat Stasiun Ancol.

Benteng tersebut kemudian berantakan karena peperangan antara tentara KNIL dengan Jepang. Saat ini sisa benteng sudah terpisah-pisah akibat pembangunan lingkungan. Sisa bangunan benteng yang ada berada di sebelah utara, barat, dan timur, sedangkan di bagian selatannya sudah hancur. Bahan bangunan benteng terbuat dari cor dengan beton bertulang. Bentuk benteng yang masih tampak di sisi utara adalah sebuah bastion dan tangga. Tebal dinding bastion sekitar tiga meter, sedangkan tebal dinding bentengnya ada yang 135 cm dan ada yang 310 cm. Pada sisi barat juga tersisa bastion yang masih utuh dengan ketebalan dinding masing-masing kurang dari tiga meter. Pada sisi timur masih terlihat bangunan bekas depot amunisi.

Depot amunisi sisa bangunan Benteng Ancol ini terdiri atas tiga ruangan, yaitu ruangan depan, ruangan tengah, dan ruangan belakang. Ruangan ini panjangnya 35 meter terdiri atas tiga kamar masing-masing diberi jendela. Pada ruangan tengah terdapat jendela pengintai yang dapat ditutup dan dibuka, juga terdapat bekas jalan lori yang bentuknya melingkar.

Dulu, sebelum berkembangnya laju pembangunan properti di wilayah Jakarta Utara, terutama di Kelurahan Ancol, warga sekitar mencari ikan di sekitar benteng yang masih dikelilingi rawa bakau. Beberapa kali Benteng Ancol pernah digunakan untuk shooting film yang berbau horor. Kini, kalau tidak ada perawatan, tentu saja akan menunggu saat-saat kepunahan. (Djulianto Susantio, pemerhati sejarah dan budaya)

Iklan

Responses

  1. Atau, memang sengaja dibiarkan seperti itu sehingga lama-lama akan musnah sendiri. Jangan sampai kawasan itu diincer orang-orang yang tak pernah mempedulikan makna sebuah situs sejarah untuk dijadikan pemukiman mewah dan sebagainya yang ujung-ujungnya juga tidak menyentuh ke lapisan masyarakat bawah.

    🙂 Salam,

    Mochammad
    http://mochammad4s.wordpress.com
    http://piguranyapakuban.deviantart.com

    • Kecenderungan di kota2 besar memang begitu, sengaja dibiarkan terlantar, lalu lama-kelamaan roboh sendiri….setelah itu berganti pusat perbelanjaan modern

  2. sayang gag ada fotonya…

    bener banget Pak,, kecenderungan di kota2 besar memang dibiarkan terlantar dan roboh sendiri kemudian diganti dg bangunan modern.. itulah yg terjadi di Palembang banyak sisa peninggalan Jepang yg dibiarkan hancur padahal dilihat dari potensi wisatanya sangat besar seperti contoh Gua Jepang di Bukit Tinggi yang sangat terawat dan dikelola dg baik sehingga mendatangkan banyak wisatawan…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori