Oleh: hurahura | 9 Januari 2012

Benda Cagar Budaya: Buku “Joglo Kudus” Memprihatinkan

KOMPAS, Rabu, 4 Jan 2012 – Kondisi buku pertukangan kuno peninggalan Rogomoyo, ahli pertukangan dan pembuat rumah adat joglo Kudus atau gebyok pada era 1800-an, memprihatinkan. Buku dalam buntalan kain putih itu kertasnya menguning, rapuh, dan bagian tepi kertas rusak.

Buku itu penting bagi penggalian ilmu pertukangan di Kudus. Buku itu satu-satunya jejak pertukangan kuno dalam bentuk buku, sedangkan jejak-jejak lain berupa hasil pertukangan dan ukir-ukiran.

Peneliti Bidang Pelestarian Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia, Sancaka Dwi Supani, Selasa (3/1), di Kudus, Jawa Tengah, mengatakan bahwa buku itu sekarang disimpan di rumah juru kunci makam Rogomoyo di Dukuh Prokowinong, Desa Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu. Buku itu tersimpan bersama dua peninggalan Rogomoyo yang lain, yaitu jangka dan penggaris siku besi.

Adapun buku tulisan tangan dengan huruf Jawa dan Arab pegon itu berisi tata cara bertukang, mengukir, motif-motif ukir, dan pedoman hidup. ”Kami pernah membawa buku itu ke Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah dan Balai Arkeologi Yogyakarta untuk diterjemahkan. Namun, para ahli kesulitan menerjemahkan keseluruhan isi tulisan, hanya beberapa yang bisa diterjemahkan,” kata Supani.

Saat Kirab Budaya Haul Mbah Rogomoyo, Desember 2011, Kompas sempat menyaksikan buku itu dibuka atas seizin tokoh masyarakat setempat. Buku itu lebarnya sekitar 20 sentimeter dan panjang 15 cm. Buku setebal 20 halaman itu dilipat menjadi dua bagian ketika disimpan dalam kain putih.

Tokoh masyarakat Dukuh Prokowinong, sekaligus Ketua Pengurus Masjid Pasujudan Darul Istiqomah, Maskuri (52), mengaku, buku itu ditemukan di pasujudan Rogomoyo di tengah dukuh. Pasujudan itu tinggal tembok batu bata merah yang di tengahnya terdapat kayu jati tua berhiaskan aneka motif ukiran.

Berdasarkan cerita lisan turun-temurun, buku itu dituliskan Rogomoyo saat mengerjakan gebyok. Karyanya yang masih lestari adalah pendapa Kabupaten Kudus yang dibangun pada masa Bupati Kudus ke-3 Tjandranegara III pada tahun 1819, dan sejumlah gebyok di Desa Kaliwungu. (HEN)

Iklan

Responses

  1. Perlu ditilik


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori