Oleh: hurahura | 29 September 2012

Agama Majapahit Beragam

seputar-indonesia.com, Sabtu, 29 September 2012 – Tim Penelitian Arkeologi Terpadu Indonesia (PATI) 2 menemukan fakta baru terkait agama yang dianut masyarakat pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit di Trowulan, Jatim.

Tak hanya memeluk agama Hindu, Budha,Waisnawa, dan Islam saja, ternyata pada abad 13 itu, masyarakat Majapahit juga menyembah nenek moyang. Fakta ini terungkap seiring penemuan tempat pemujaan (Vaprakeswara) di sekitar Kolam Segaran, di Desa/Kecamatan Trowulan oleh tim arkeolog yang tergabung dalam PATI 2.

“Dari penemuan ini bisa disimpulkan jika pada masa kejayaan Majapahit, aliran Hyang (menyembah) nenek moyang masih ada,” ujar Ketua Tim PATI 2 Irmawati, kemarin. Dia menuturkan,Vaprakeswara itu berupa tiang dari batu andesit setinggi 2 meter. Masyarakat menyebut tiang ini sebagai cancangan gajah.Tiang itu ditemukan di empat titik yang saling berdekatan.

Selain batu tempat pemujaan itu, disekitarnya juga terdapat tanah yang dipadatkan.”Itu menjadi bukti bahwa diantara tiangtiang batu tersebut adalah tempat khusus untuk pemujaan,” terang Irmawati. Temuan tim PATI 2 ini tentu saja menjadi referensi baru dalam upaya menguak sejarah Majapahit.

Karena selama ini, kerajaan yang pernah kondang dengan Patih Gajah Mada itu, warganya memeluk agama,bukan menyembah nenek moyang. ”Dugaan ini sudah dibarengi dengan bukti-bukti.Dan memang, Profesor Agus Aris Munandar juga memperkirakan demikian, ”paparnya. Tak hanya menemukan Vaprakeswara, tim PATI 2 juga menemukan beberapa fakta baru terkait sistem percandian dan perairan Majapahit.

Dari ekskavasi selama dua minggu terakhir disimpulkan jika Kerajaan Majapahit berdiri di atas tangki air. Di kawasan kerajaan, ditemukan banyak saluran air dan sumur-sumur. Dan hingga saat ini, wilayah Trowulan sangat mudah mendapatkan air meski musim kemarau. ”Ada dugaan pula bahwa air raja yang ada di Sumur upas, itu dimanfaatkan warga melalui saluran-saluran,” ujar dosen UI ini.

Temuan tak kalah penting, adalah kanal-kanal air yang ditemukan Tim PATI I. Setelah diteliti lebih jauh, kanal-kanal itu ternyata jaringan jalan kerajaan. Sebab banyak struktur bangunan di dalam kanal. ”Itu bukan kanal. Kami menyimpulkan bahwa yang disebut kanal itu adalah jalan. Seperti di Bali, jalan di masa Majapahit jauh lebih rendah dari pemukiman,” tukasnya.

Lebih jauh ditegaskan, dengan bermunculannya faktafakta baru itu, semakin meyakinkan bahwa Kerajaan Majapahit adalah masterpiece sejarah di Indonesia. Lantaran itu, tim menilai bahwa upaya penyelamatan situs Majapahit menjadi hal yang penting.”Ini warisan kita semua. Dan perlu ada banyak pihak yang peduli untuk kelestariannya,”tukasnya.

Upaya pelestarian yang mengandalkan pemerintah kata dia, dianggap tak efektif dengan berbagai alasan. Karena itulah,selama ini masih banyak situs penting Majapahit yang masih tercecer. Lantaran itu, mulai dari PATI 2 ini, mereka melibatkan masyarakat setempat untuk melakukan upaya penyelamatan. ”Edukasi kepada masyarakat menjadi hal yang penting. Agar mereka bisa ikut memiliki dan menjaganya,” pungkasnya.

Temuan tim PATI 2 lainya, mereka juga membantah jika bangunan kuno di Dusun Nglinguk, Desa Trowulan adalah sebuah candi. Sebelumnya memang, banyak kalangan yang menyebut jika bangunan yang terbuat dari batu andesit tersebut adalah candi.”Dalam sistem percandian Majapahit, selalu ada bangunan utama (candi) dan tempat tokoh di sekitar candi. Dan kami simpulkan, bangunan di Nglinguk itu bukan candi,” terang Rochtri Agung Bawono, salah satu anggota tim yang juga dosen di Udayana, Bali.

Sebaliknya,tim menyimpulkan bahwa bangunan tersebut adalah petirtan. Itu dikuatkan dengan banyaknya sumur dan struktur di dekat petirtan yang diduga sebagai pintu masuk. ”Meski kami belum menemukan jaladwara (pancuran air), tapi unsur petirtan sudah melengkapi. Jadi, bangunan yang terbuat dari batu andesit itu bukanlah candi,” pungkasnya. tritus julan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori