Oleh: hurahura | 18 Desember 2012

Konservasi: Bangunan Kayu Terkendala Pengetahuan dan Dana

100_1025Rumah Betawi di Rorotan (Foto: Djulianto Susantio)

KOMPAS, Selasa, 18 Desember 2012 – Pemeliharaan kayu rumah tradisional di Indonesia menjadi kendala masyarakat untuk mengonservasi rumahnya sesuai bentuk aslinya. Selain mahal, pemilik rumah kayu biasanya belum punya cukup pengetahuan dalam mengonservasi rumah kayu.

Itu mengemuka dalam ”Seminar Konservasi Kayu pada Ru-mah Tradisional” yang diadakan Balai Konservasi Jakarta, Ikatan Arsitek Indonesia, dan Lembaga Kebudayaan Betawi. Seminar dua hari, 16-17 Desember, itu mengajak peserta ke lapangan, melihat kondisi rumah adat Betawi di Kwitang, Angke, Rorotan, Condet, dan Situ Babakan.

Candrian Attahiyyat, Kepala Balai Konservasi DKI Jakarta, Senin (17/12), mengatakan, seminar lapangan bertujuan menggabungkan disiplin ilmu arsitektur, arkeologi, dan antropologi. Saat konservasi, ketiga disiplin ilmu itu sering berbenturan karena beda sudut pandang.

Konservasi tak sekadar dilakukan secara fisik, tetapi juga konsep. ”Seorang arsitek yang punya pengetahuan konservasi tak akan merancang rumah atau bangunan tanpa konsep lokalitas,” kata Candrian. Tergerusnya arsitektur Indonesia karena pengembangan desain arsitektur, terutama permukiman, lebih banyak mengadopsi budaya Barat.

Putu Gde Ery Suardana, dosen arsitektur Universitas Dwijendra, Denpasar, mencontohkan bagaimana pola pengambilan kayu untuk bangunan rumah. Sebelum diambil kayunya, pohon dikuliti dan dihilangkan lendirnya. Lalu, didiamkan satu tahun, hingga mengering dan mati. Cara itu membuat kayu tahan lama.

Asfarinal dari kantor Sekretariat Jaringan Kota Pusaka mengatakan, konservasi rumah tradisional akan mendatangkan ahli konservasi dari luar negeri. Banyak bangunan ratusan tahun di luar negeri sukses dikonservasi. (IND)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori