Oleh: hurahura | 3 Desember 2012

Penelitian Stasiun Kereta Api Kuno di Semarang dan Sekitarnya

100_0832Bagian dari wesel yang tersisa di stasiun Poncol

Penelitian stasiun kuno belum banyak dilakukan, padahal kereta api merupakan sarana transportasi darat yang bersifat masal. Diketahui stasiun kereta api pertama di Nusantara dibangun di Semarang pada tahun 1864. Stasiun tertua itu terdapat di wilayah Tambaksari, kelurahan Kemijen sekarang. Pembangunnya diprakarsai oleh Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Stasiun itu dibangun untuk kepentingan militer dan pengangkutan hasil bumi dari pedalaman ke gudang di Semarang (dikenal sebagai stasiun Samarang Gudang) demi kepentingan pemerintah kolonial Belanda. Beberapa sumber menyebutkan nama stasiun itu adalah Samarang NIS, Kemijen, dan Tambaksari. Kemungkinan besar ketiga nama mengacu pada satu nama.

Selama tiga tahun, yakni dari 2010 hingga 2012, Direktorat Peninggalan Purbakala telah melakukan inventarisasi dan pendokumentasian perkeretaapian. Kegiatan itu dilakukan terhadap bangunan perkeretaapian termasuk stasiun dan pendukungnya, jembatan, dan terowongan. Bangunan-bangunan itu ada yang masih aktif, ada pula yang sudah tidak digunakan lagi. Menurut penelitian tim Direktorat Peninggalan Purbakala, sebagian bangunan masih memperlihatkan keaslian, sebagian lagi sudah banyak mengalami perubahan.

Penelitian yang mendalam dilakukan oleh tim Pusat Arkeologi Nasional (sebelumnya Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional) pada 20 November 2012 hingga 7 Desember 2012. Perhatian dibatasi pada awal pembentukan jaringan kereta api terhadap sistem teknologi, koneksivitas jaringan, dan pengelolaan sistem kereta api. Pertanyaan selanjutnya yang mendasari penelitian adalah bagaimana pemerintah Hindia Belanda mengelola sistem transportasi yang kompleks itu.

Tujuan penelitian diorientasikan untuk mencari dan menemukan kembali nilai penting dari penyelenggaraan sistem kereta api di kawasan Semarang dan sekitarnya. Selain itu dilakukan pendokumentasian terhadap peralatan mekanik yang sudah tidak digunakan lagi atau masih ada sisa-sisanya. Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan, wawancara, dan pengamatan. Diharapkan menghasilkan sebuah rekomendasi tentang potensi situs dan peninggalan yang memiliki nilai penting sebagai sumber daya arkeologi.

Galeri Foto:
BangunanBangunan stasiun Kedungjati

100_0746Stasiun Samarang Gudang selalu terendam air
karena rob sering terjadi di kawasan itu

Rel-kuno-1903Sisa rel tua di stasiun Tuntang

Iklan

Responses

  1. wah ada stasiun kedungjati, dulu tiap taun kesini. sekarang jd bersih ya 😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: