Oleh: hurahura | 23 Agustus 2010

Inggris: Menilik Kemajuannya dari Sisi Pangan

Kompas, Kamis, 19 Agustus 2010 – Apabila kita terpukau melihat Inggris modern, sebaiknya kita melihat Inggris masa lalu. Sebelum menjadi negara modern, Inggris melewati proses panjang untuk menjadi seperti sekarang ini. Sejarah pangan mereka menjadi bukti perjalanan sejarah.

Ketika memasuki British Museum di London, kita mungkin terpukau pada kemegahan tujuh juta artefak dari Mesopotamia, China, Mesir, Yunani, Romawi, hingga Jawa dan Bali.

Jika kita membaca buku A Taste of History, 10.000 Years of Food in Britain, ada muatan soal tempayan dan peralatan dapur. Buku terbitan 1993 itu mengantar kita pada makna dari artefak tersebut terkait dengan sejarah Inggris.

Penerbitan buku itu melibatkan enam peneliti dengan latar belakang Sejarah dan Antropologi. Setelah mereka meneliti sejumlah artefak di museum itu dan juga sumber-sumber lainnya akhirnya mereka mampu menyusun sejarah pangan negeri mereka.

Selama ini sebuah negara selalu ditinjau dari sejarah politik, sejarah ekonomi, dan sejarah perang mereka, tetapi masih sedikit yang meninjau sebuah negeri dari aspek pangan. Para peneliti berhasil menggali informasi kuliner dan pangan Inggris dari zaman prasejarah, pendudukan Romawi, abad pertengahan, zaman Tudor Inggris, abad ke-17, era Georgian, era Victoria, dan abad ke-20. Pada setiap zaman itu dirinci ciri khas kuliner dan sumber pangannya.

Apabila buku itu menyebut sejarah pangan di Inggris dimulai 10.000 tahun yang lalu, kita akan dibawa ke masa prasejarah saat penduduk negeri itu hidup dari berburu. Bukti-bukti arkeologis menunjukkan hal itu.

Lalu 3.500 tahun sebelum Masehi petani daratan Eropa mencapai tanah Inggris. Mereka membawa sejumlah benih seperti jagung, sejumlah hewan seperti sapi, dan lain-lain. Mereka mulai menetap dan menggunakan sejumlah peralatan dapur dari tanah liat. Kehadiran mereka membawa perubahan nyata dalam kehidupan warga yang lebih dulu ada di Inggris.

Invasi Kerajaan Romawi tahun 43 Masehi dan berakhir pada abad keempat membawa perubahan besar dalam pertanian, pangan, dan juga cara memasak. Sebuah catatan yang ditulis tentara Romawi di dinding Hadrian di Vindolanda menyebut sejumlah bahan pangan seperti jagung, gandum, garam, dan susu. Di catatan yang lainnya terdapat anggur, bir, dan saus ikan.

Pada abad pertengahan rempah dan sejumlah bumbu lainnya mulai banyak digunakan. Pada masa itu mereka tak lagi hanya membutuhkan garam dan lada, tetapi juga jahe, kayu manis, pala, bunga cengkih, dan lain-lain. Bahan-bahan ini sangat terkenal karena memperbaiki cita rasa. Bahan-bahan itu juga sangat berfungsi sebagai pengawet ketika musim dingin.

Pada masa Tudor (abad ke-16) gaya hidup dipengaruhi oleh embusan renaisans di Eropa, termasuk dalam hal pangan. Pada era ini, dengan makin maraknya penjelajahan samudra, masuklah sejumlah bahan pangan dari Asia dan juga Amerika. Spanyol membawa sejumlah sayur dan buah eksotis Amerika Latin seperti tomat, kentang, kacang dari Peru, dan daging kalkun.


Era Tudor

Pada masa Tudor mulai muncul pengelola kuliner secara profesional di rumah-rumah bangsawan yang besar.

Pada abad ke-17 terjadi perubahan yang cepat di Inggris. Masa ini disebut sebagai masa awal Inggris menjadi negara modern. Pertumbuhan yang cepat menjadikan mereka mulai menikmati rekreasi, wisata, dan barang-barang mewah. Tata cara dan makanan istana mulai ditiru oleh rakyat kebanyakan.

Buku-buku menu banyak diterbitkan sepanjang tahun 1600-1700. Bahkan mulai banyak diperkenalkan menu luar negeri, seperti menu Persia, menu Portugis, dan menu Turki. Istilah-istilah kuliner Perancis seperti a-la-sauces, a-la-doode, salmagundi, dan lain-lain mulai dikenal. Ruang makan dan mejamakanan juga mulai didesain berdasarkan selera tinggi.

Pada abad ke-19 atau masa Georgian sejumlah alat-alat dapur, gelas, piring, dan lain-lain sudah ada di pasar.

Masa Victorian terjadi perubahan dalam distribusi pangan. Pangan yang semula dihasilkan penduduk dan dikonsumsi sendiri atau untuk pasar setempat mulai dikirim ke luar. Jalur kereta api menjadikan bahan pangan bisa dikirim dari satu tempat ke tempat lain. Masa itu teknologi pengalengan daging mulai ditemukan. Daging kaleng diperuntukkan bagi pelaut dan tentara.

Pada abad ke-20 kemajuan komunikasi menjadikan trend pilihan pangan juga berubah dengan cepat. Iklan dan acara-acara di media massa memengaruhi pilihan makanan mereka.

Isu-isu kesehatan kerap kali dibahas terkait dengan pangan. Penggunaan bahan tambahan makanan, seperti pewarna dan penambah rasa, bermunculan.

Inggris mungkin adalah salah satu dari sedikit negeri di dunia yang memiliki sejarah pangan komplet. (andreas maryoto)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: