Oleh: hurahura | 2 September 2010

Tak Terawat, Situs Panji Sempat Dicuri Orang

TEMPO Interaktif, Kamis, 03 Juni 2010 – Komunitas budayawan Eling Handarbeni Hangrungkepi Upaya Madya (Edhum) Kediri mengecam penelantaran situs Panji di Desa Gambyok, Grogol, Kediri, Jawa Timur. Situs tersebut sempat hilang dicuri orang meski akhirnya ditemukan kembali.

Achmad Zainal Fachris, salah satu pegiat Edhum mengatakan, kisah Panji yang ditasbihkan sebagai seniman besar pada zaman dulu memiliki nilai sejarah tinggi pada kebudayaan di Pulau Jawa.

Dan salah satu petunjuk keberadaan Raden Panji ini terdapat pada panil relief di sebuah makam Desa Gambyok. “Itu petunjuk penting yang ditelantarkan pemerintah,” kata Fachris kepada Tempo, Kamis (3/6).

Berbeda dengan sejumlah situs yang menceritakan kisah Panji di Candi Penataran Blitar yang terawat dengan baik, panil relief di Desa Gambyok justru dibiarkan teronggok begitu saja. Batu dengan panjang satu meter dan lebar 30 sentimeter itu menggambarkan sosok Raden Panji yang diikuti lima pengiringnya.

Identifikasi itu terlihat dari atribut Panji yang mewah seperti gelang dan kalung, bertelanjang dada dengan penutup paha kain belipat, serta topi berbentuk blangkon tanpa tonjolan atau tekes. “Petunjuk itu paling kuat dibandingkan Candi Penataran,” kata Fachris.

Menurut pantauan Tempo, saat itu panil relief tersebut diperlakukan sebagai atribut atau hiasan makam sesepuh desa. Bahkan masyarakat cenderung mengabaikannya karena lebih tertarik pada makam Mbah Gedhong yang dikeramatkan.

Rendahnya perhatian pemerintah ini terbukti dengan sempat hilangnya situs tersebut akibat aksi pencurian. Beruntung aparat kepolisian dan perangkat desa berhasil mendapatkan kembali bongkahan batu andesit tersebut dari tangan pencuri untuk dikembalikan di tempat semula. “Batu itu hendak dijual ke Surabaya,” kata Supainah, 85, juru kunci tempat itu.

Sejumlah arkeolog mengatakan jika sosok Panji adalah pahlawan kebudayaan. Dia juga dianggap sebagai titisan Dewa Wisnu yang membuatnya terkenal.

Sifatnya sebagai seseorang yang gagah, bijak, sederhana, mengasihi sesama, dan mengajarkan keselarasan dengan alam membuatnya bertemu dengan Putri Candrakirana- yang dianggap titisan Dewi Sri -dewi yang mengayomi kehidupan bercocok tanam.

HARI TRI WASONO


Responses

  1. minta sukarelawan yg bersedia menjelaskan tentang sosok panji dari pningalan bisa di terjemahkan dan memberi tahu tempat tempat yg ada hubungannya dengan panji dari awal kelahiran ,perjalanan mencari sekartaji hingga akhir hayat panji. . . trimakasih dan m0h0n kerja samanya. . .

  2. Situs ini ada di desa yang menjadi tanah kelahiran saya…
    Ternyata masih ada situs2 di sekitarnya berhasil saya peta kan, diantaranya Situs Sentono Maling yang diduga adalah sebuah Arung, Situs Munijan yang ditemukan di rumah Bapak Munijan merupakan pemukiman (temuannya adanya sejumlah gobog sebanyak satu toples, pecahan gerabah, keramik asing, dan struktur bata kuno, juga ada kemuncak bangunan namun sudah hilang, yang masih di amankan di Balai Desa adalah sebuah cepuk terbuat dari tanah liat), di Rumah Bapak Kaur Pemerintahan jga ditemukan sebuah kemuncak bangunan.

    terima Kasih…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori