Oleh: hurahura | 30 April 2010

Polri Selidiki Pemburu Harta Karun Michael Hatcher

Rabu, 28/04/2010 – Aprizal Rahmatullah – detikNews – Jakarta – Bareskrim Mabes Polri telah mengumpulkan informasi terkait aksi pemburu harta karun asal Australia Michael Hatcher di sejumlah wilayah Indonesia. Polri bahkan sudah menerjunkan tim untuk memburu Hatcher dan jaringannya.

“Kita sedang menyelidiki,” kata Kabareskrim Komjen Pol Ito Sumardi saat dihubungi detikcom, Rabu (28/4/2010).

Menurut Ito, Hatcher sebenarnya sudah diburu polisi sejak lama. Bahkan sejak, informasi soal perburuan Kapal Vec De Geldermalsen di perairan Bintan Timur.

“Yang di Bintan pernah kita selidiki juga tapi kapalnya sudah tidak ada,” jelas Ito.

Ito menjelaskan, kini tim dari jajaran Bareskrim sedang mengumpulkan informasi terkait aksi Hatcher di perairan Blanakan, Subang, Jawa Barat. Namun, Ito belum mau menjelaskan sejauh mana hasilnya.

“Nanti dulu. Nanti kita sampaikan apa hasilnya. Biarkan kami bekerja dulu,” imbuh Ito.

Sebelumnya, Polri diminta menangkap pemburu harta karun asal Australia Michael Hatcher. Hatcher dan jaringannya yang dijuluki raja pemburu harta karun ini telah merugikan Indonesia triliunan rupiah akibat aktivitas ilegalnya mencuri kekayaan cagar budaya dari kapal yang tenggelam.

Hatcher dikenal lewat petualangannya mengangkat Kapal Vec De Geldermalsen di perairan Bintan Timur tahun 1986. Selain itu pengangkatan kapal Tek Sing di Perairan Bangka pada tahun 1999. Kini Harcher diduga beraksi di perairan Blanakan, Subang, Jawa Barat.

“Kami menuntut agar Hatcher ditangkap dan segala aktivitasnya dihentikan,” ujar Koordinator Konsorsium Penyelamat Aset Bangsa (KPAB) Endro Soebekti Sadjiman dalam jumpa pers di Hotel Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/4/2010).

Menurut KPAB, kasus mafia harta karun ini sangat merugikan negara. Triliunan rupiah kekayaan arkeologi Indonesia hilang dijual ke luar negeri.

“Perlu dicatat bahwa harta karun bukan milik yang menemukan. Tapi selama ini berada di wilayah Zona Ekonomi Ekslusif, jelas ini milik negara,” ujar Direktur Inside M Danial Nafis yang juga hadir.

Hatcher terakhir diketahui melakukan aktivitas di Blanakan, Subang Jawa Barat pada 17 April. Sejumlah proposal berisi rekaman audio visual aktivitas penyelaman Hatcher telah disebar ke AS dan eropa, guna menghimpun dana.
(ape/ndr)

Iklan

Responses

  1. kok ada ya… kayak film saja 🙂

    • Ya, negara selalu dirugikan oleh ulah Hatcher. Dia warganegara asing yg mengambil benda2 kuno dari dalam air di wilayah Indonesia secara ilegal.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori