Oleh: hurahura | 18 Februari 2012

Raden Saleh, Pelukis Sang Raja

Warta Kota – Raden Saleh dikenal sebagai maestro pelukis Indonesia. Banyak karyanya menjadi koleksi museum-museum besar di Indonesia dan mancanegara. Lukisan-lukisannya yang populer antara lain tentang penangkapan Pangeran Diponegoro, perkelahian singa, dan serangan harimau. Sayang, tahun kelahiran Raden Saleh masih simpang siur. Sebagian orang mengatakan 1814 atau 1815, sebagian lagi 1809 atau 1810.

Bakat Raden Saleh dalam bidang menggambar sudah terlihat sejak kecil. Hal ini menarik perhatian orang-orang Belanda seperti A.A.J. Paijen dan J.Th. Bik. Mereka membantu Raden Saleh mengembangkan kemampuannya di bidang menggambar dan melukis. Terlebih Paijen, dia mengajarkan teknik menggunakan pensil, krayon, kapur, pastel, dan kuas.

Karena dianggap potensial, pemerintah kolonial memberikan kesempatan kepada Raden Saleh untuk melanjutkan pelatihan seninya di Belanda. Bahkan Raja Willem I secara pribadi, tertarik akan pelukis muda ini (Raden Saleh: Anak Belanda, Mooi Indie & Nasionalisme, 2009).

Di Den Haag, Raden Saleh belajar melukis foto, membuat litografi, dan menyalin lukisan-lukisan Rembrandt pada Cornelis Kruseman. Sempat juga dia belajar melukis pemandangan kepada Andreas Schelfhout. Setelah merasa mapan, Raden Saleh melukis Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Herman Willem Daendels. Pejabat kolonial lain yang dilukis adalah Jean Chretien Baud dan Johannes van den Bosch.

Bosan dengan lukisan manusia, Raden Saleh menekuni lukisan binatang. Di Belanda, Raden Saleh beberapa kali menyelenggarakan pameran lukisan. Banyak pengunjung terkagum-kagum akan lukisannya. Atas rekomendasi pimpinan kolonial, Raden Saleh melakukan kunjungan belajar ke museum-museum dan studio-studio lukis di Jerman, Austria, Italia, dan Prancis.

Sekembalinya ke Jawa, Raden Saleh bergelar ”Pelukis Sang Raja”. Lukisannya banyak disimpan di Batavia dan Buitenzorg. Sayang, karena tidak ada yang merawat, banyak lukisan menjadi rusak. Sebagian menjadi hitam, beberapa lagi pudar dan sobek. Raden Saleh juga yang kemudian menjadi konservator lukisan. Pekerjaan itu dilakukan di rumahnya di bilangan Cikini. Kini rumah besar peninggalan Raden Saleh menjadi rumah sakit. Meskipun Raden Saleh tidak mendirikan sekolah melukis, namun dia memiliki beberapa orang murid, seorang di antaranya bernama Raden Kusumadibrata. (Djulianto Susantio, pemerhati sejarah dan budaya)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori