Oleh: hurahura | 30 November 2011

Pendirian dan Pembongkaran Gedung Harmonie

Warta Kota, Selasa, 29 November 2011 – Pada zamannya Gedung Harmonie, lengkapnya Societeit de Harmonie, merupakan gedung bergengsi. Tidak sembarang orang boleh datang ke tempat ini. Gedung Harmonie atau Harmonie Club dulu pernah berdiri di wilayah Harmoni sekarang, merupakan tempat berkumpul masyarakat Hindia Belanda di Batavia. Pelopor pendirian gedung adalah Reinier de Klerk tahun 1776. Maksud pendiriannya agar gaya hidup orang-orang Belanda tidak terlalu urakan. Sebelum ada gedung ini, di sepanjang Kali Ciliwung banyak berdiri kedai minum. Karena orang-orang Belanda senang mabuk-mabukan, maka di situ sering terjadi perkelahian.

Awalnya, banyak orang mengajukan keberatan atas gagasan Klerk. Namun akhirnya tempat yang diinginkan terlaksana di Jalan Pintu Besar Selatan sekarang. Pada saat pemerintahan Gubernur Jenderal Daendels (1808), gedung itu dianggap jorok. Maka kemudian Daendels memindahkan gedung itu. Maksud lain Daendels adalah agar masyarakat bersedia tinggal agak ke pinggir kota. Hal ini dipandangnya bermanfaat sekali untuk menghirup udara yang lebih segar.

Pembangunan gedung baru menghabiskan dana besar. Untungnya Balai Harta Peninggalan bersedia memberikan bantuan. Agar uang semakin terkumpul, Daendels memerintahkan semua pegawai negeri, militer maupun sipil, harus menjadi anggota societeit yang baru itu. Ketika Daendels kembali ke Belanda (1811), pembangunan gedung agak tersendat. Begitu pula sewaktu jabatan Gubernur Jenderal dipegang penggantinya, Janssens. Gubernur Jenderal Inggris Raffles lah yang kemudian memberikan perhatian kepada kelanjutan pembangunan gedung. Bahkan Raffles membukanya secara resmi pada 18 Januari 1815.

Gedung Harmonie begitu mentereng. Di dalamnya terdapat ruang marmer yang luas dengan tiang-tiang indah, lampu-lampu kristal yang bergelantungan, cermin dinding, dan patung-patung perunggu. Gedungnya megah dan kokoh, ditandai tulisan HARMONIE di bagian tengah. Di dalam gedung juga terdapat sejumlah meja biliar. Hanya orang-orang Eropa dari kelas atas boleh menjadi anggota perkumpulan. Gedung Harmonie secara sinis sering disebut Jenewerpaleis atau Gin Palace (Istana Jenewer). Jenewer atau gin adalah nama sejenis minuman keras.

Fungsi lain gedung itu adalah untuk mengakrabkan pejabat Belanda-Inggris. Banyak pesta makan dan pesta dansa diselenggarakan di sini. Suasana teramai adalah saat makan tengah malam sambil minum anggur di bawah sinar bulan di teras yang ditanami bunga-bunga. Konser musik pernah beberapa kali digelar. Begitu pun kegiatan pasar malam.

Pesta paling meriah berlangsung 18 Januari 1940 untuk menyambut ulang tahun ke-125 perkumpulan tersebut. Pesta peringatan 250 tahun kota Batavia pada 29 Mei 1869 pernah juga berlangsung di sini.

Selepas kemerdekaan RI, gedung itu semakin merana. Tahun 1970-an hingga 1980-an Gedung Harmonie dipakai sebagai kantor Gabungan Importir Nasional Indonesia. Karena dianggap tua dan menyimpan kenangan buruk, gedung tersebut dibongkar pada Maret 1985. Selanjutnya bekas lahannya digunakan untuk perluasan areal parkir Kantor Sekretariat Negara dan pelebaran jalan di sampingnya. (Djulianto Susantio, pemerhati sejarah dan budaya)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori