Oleh: hurahura | 28 November 2010

Viking Temukan Amerika Beberapa Abad Sebelum Columbus

[Catatan sejarah Norse, menyebutkan bahwa bangsa Viking telah menemukan Amerika berabad-abad sebelum Columbus mendarat di San Salvador pada 1492. (Corbis)]

Erabaru.net, Minggu, 21 November 2010 – Bangsa Amerika yang pertama kali tiba di Eropa adalah mereka yang tiba di Amerika lima abad sebelum Christopher Columbus ‘menemukan’ Dunia Baru tersebut, menurut klaim yang dibuat oleh sebuah tim dari Universitas Spanyol.

Para ilmuwan sedang menelusuri asal-usul genetik dari sebuah keluarga Islandia yang diyakini sebagai orang Amerika pertama yang tiba di Eropa sekitar abad ke-10, lima ratus tahun sebelum Columbus pertama kalinya berlayar menemukan benua Amerika pada 1492.

Catatan sejarah Norse menyatakan bangsa Viking telah menemukan Amerika beberapa abad sebelum Columbus. Data terbaru mendukung hipotesa bahwa kemungkinan mereka telah membawa orang Indian Amerika kembali bersama mereka ke Eropa Utara.

Riset menunjukkan bahwa seorang wanita dari benua Amerika Utara kemungkinan tiba di Islandia sekitar 1.000 M dengan meninggalkan gen yang terrefleksi pada sekitar 80 orang Islandia saat ini.

Peneliti menemukan bahwa gen-gen tersebut dapat dilacak ke nenek moyang yang sama di selatan Islandia, dekat gletser Vatnaj Kull sekitar 1710, dengan mengesampingkan teori yang menyatakan bahwa mereka tiba melalui Asia.

“Pulau tersebut nyaris terisolasi sejak abad ke-10. Hipotesa yang paling masuk akal adalah bahwa gen ini cocok dengan seorang wanita Amerindian yang dibawa dari Amerika oleh orang-orang Viking sekitar tahun 1.000,” ujar Carles Lalueza-Fox, dari Universitas Pompeu Fabra, Spanyol, seperti dilansir Telegraph.

Sebuah pemukiman orang Viking di L’Anse aux Meadows, wilayah Terranova, Kanada Timur, diperkirakan dibangun pada abad ke-11.

Sejumlah peneliti mengatakan, mereka akan terus berusaha untuk menemukan kapan gen Amerindian pertama kalinya tiba di Islandia serta akan berusaha menghubungkan mereka dengan bekas makam yang berada di Amerika.

Riset genetika ini, telah dipublikasikan oleh Pusat Riset Ilmiah Spanyol, yang rencananya akan diterbitkan dalam American Journal of Physical Anthropology. (Erabaru/telegraph/sua)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori