Oleh: hurahura | 17 Mei 2014

Kebudayaan Sudah Maju

Goa harimau-01Goa Harimau (ilustrasi), sumber: Google

Ekskavasi Situs Goa Harimau mengungkap sisa-sisa perkakas logam yang diduga merupakan logam Dongson di Vietnam. Penemuan itu menunjukkan bahwa jalur perdagangan internasional pada masa itu tidak hanya berkembang di daerah pantai, tetapi telah masuk hingga ke daerah pedalaman.

Situs Goa Harimau berlokasi di Desa Padang Bindu, Kecamatan Semidang Aji, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Goa itu berada di perbukitan karst atau kapur.

Arkeolog prasejarah Pusat Arkeologi Nasional Harry Truman Simanjuntak mengungkapkan, dilihat dari kandungan mineral logam serta teknologi pembuatannya, peralatan logam di Goa Harimau memiliki ciri-ciri serupa dengan logam-logam Dongson di Vietnam.

Ditemukan Jejak Perdagangan Internasional di Goa Harimau

”Homo sapiens di Goa Harimau memiliki tingkat kebudayaan yang sangat maju. Mereka telah menerima pengaruh,” ujar Truman, Jumat (16/5), saat dihubungi dari Jakarta.


Jalur dagang

Menurut Truman, penemuan peralatan logam prasejarah di Goa Harimau merupakan salah satu latar yang ikut menjelaskan, mengapa Kerajaan Sriwijaya di Sumatera Selatan pada masanya bisa maju dan besar sebagai sebuah kerajaan maritim. Sejak lama, jalur perdagangan internasional yang berkembang di daerah pantai meluas dan menumbuhkan jalur perdagangan regional hingga ke daerah pedalaman.

Arkeolog Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Daud Aris Tanudirjo, mengatakan, penemuan berbagai macam peralatan logam di Goa Harimau menegaskan bahwa Homo sapiens di sana telah tinggal menetap dalam kurun waktu lama. Bahkan, mereka sampai berdagang atau barter dengan orang dari luar.

”Kawasan goa-goa karst di sepanjang Pegunungan Sewu juga digunakan untuk hunian manusia prasejarah periode yang lebih tua. Akan tetapi, di sana tak ditemukan berbagai macam peralatan seperti di Goa Harimau. Di Pegunungan Sewu juga tak ditemukan pula banyak kubur karena hidup mereka berpindah-pindah,” ujar Daud.

Selain jejak perdagangan, ekskavasi Situs Goa Harimau juga menemukan pola-pola tradisi kepemimpinan serta pranata sosial yang berkembang selama rentang masa ribuan tahun. Tradisi-tradisi itulah yang di kemudian hari menjadi dasar peradaban masyarakat Nusantara.

Pola-pola tradisi kepemimpinan dan pranata sosial tampak pada sistem penguburan di kompleks goa sepanjang 100 meter dan lebar 40 meter itu. ”Ada individu yang dikubur sendirian, berduaan, dan berkelompok maksimal tiga orang. Jenis-jenis penguburan ini berkaitan dengan kepemimpinan dan konsepsi kepercayaan,” ujar Truman.

”Banyak dimensi bisa diteliti dari sistem penguburan di Goa Harimau. Secara garis besar, penemuan itu merepresentasikan dua budaya, yaitu masa neolitik Austronesia awal dan masa proto sejarah,” ujarnya. (ABK)

(Sumber: Kompas, Sabtu, 17 Mei 2014)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: