Oleh: hurahura | 7 Mei 2011

Kerajaan Mataram: Ditemukan Sisi Selatan Benteng Keraton

KOMPAS – Rabu, 4 Mei 2011 – Keberadaan sisi selatan cepuri atau benteng Keraton Pleret akhirnya terkuak dengan ditemukannya tumpukan batu bata merah setebal 2,8 meter di Dusun Pungkuran, Desa Pleret, Kecamatan Pleret, Bantul. Dalam proses ekskavasi juga ditemukan batu andesit yang diduga merupakan pintu gerbang masuk keraton Mataram Islam tersebut.

Penemuan sisi selatan benteng yang mengelilingi kompleks Keraton Pleret ini melengkapi rangkaian proses ekskavasi yang dimulai tahun 2005. Sebelumnya, tim ekskavasi meliputi Balai Arkeologi Yogyakarta, Arkeologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Dinas Kebudayaan DIY, dan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Yogyakarta telah melacak keberadaan benteng Keraton Pleret di sisi timur, barat, dan utara.

“Tahun 2008, sisi barat benteng Keraton Pleret ditemukan, kemudian tahun 2010 sisi timur benteng juga berhasil ditemukan. Namun, sisi utara benteng sulit ditelusuri karena sudah rusak dan hilang akibat aktivitas penduduk,” kata Koordinator Lapangan Ekskavasi Kawasan Cagar Budaya Pleret Rully Andriadi, Selasa (3/5) di Yogyakarta.

Berdasarkan peta kuno peninggalan Belanda, panjang total benteng keliling Keraton Pleret mencapai dua kilometer. Benteng ini mengelilingi kompleks Keraton Mataram Islam yang dipimpin Raja Susuhunan Amangkurat I pada periode 1646 sampai 1667 setelah Masehi.

“Kemungkinan besar kompleks keraton ini dihuni periode tahun 1646-1667 Masehi sebelum akhirnya berpindah ke Kartasura, Jawa Tengah, pasca-penyerangan Trunojoyo. Ada yang menyebutkan, suatu keraton pernah diserang musuh atau mengalami wabah penyakit dan bencana dianggap tak layak dihuni dan kemudian ditinggalkan. Kemungkinan hal ini yang terjadi pada Keraton Pleret itu,” papar Rully.

Dul Rahman, Staf Teknis Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Yogyakarta, mengaku, benteng Keraton Pleret terbuat dari batu bata merah, disusun tanpa adukan perekat. Namun, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap benda purbakala, banyak batu bata bekas bangunan keraton dijarah penduduk setempat.

“Setelah menggali 14 titik, kami baru bisa temukan sisi selatan benteng Keraton Pleret yang masih tertata kompak dan belum rusak. Di sisi barat daya kompleks keraton, kami temukan batu andesit yang diperkirakan sebagai pintu gerbang keraton sisi selatan,” kata Dul.(ABK)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: