Oleh: hurahura | 15 April 2010

Upaya Mesir Kembalikan Artifak

AS baru-baru ini mengembalikan sebuah sarcophagus atau peti jenazah farao ke Mesir

Pejabat kebudayaan dunia berkumpul untuk membahas upaya untuk mengembalikan harta karun kuno yang hilang dicuri dan menjadi barang pajangan di luar negeri.

Pertemuan ini digagas oleh Dewan Antik Tertinggi Mesir atau SCA, yang menginginkan banyak barang kuno masa farao milik mereka yang dipajang sejumlah museum negara Barat untuk dikembalikan.

SCA mengatakan forum ini akan membahas tentang “penjagaan dan pengembalian warisan budaya”.

20 negara ikut serta dalam konferensi dua hari di Kairo tersebut. Diantaranya adalah Mesir, Italia, Cina dan Peru yang semuanya menginginkan banyak artifak kuno milik mereka yang telah hilang selama berabad-abad dikembalikan.

Mesir selama ini menginginkan agar Pualam Parthenon dikembalikan oleh Museum Nasional Inggris, sementara Peru mengambil langkah hukum guna mengambil harta Inca dari Universitas Yale di Amerika Serikat.
Artifak yang dicuri

Kami akan terus berjuang untuk mendapatkan artifak kuno kembali ke Mesir

Zahi Hawass

Rencana yang diatur dalam konferensi ini termasuk menyusun daftar barang antik yang ingin dikembalikan ke negara asal.

Para peserta pertemuan juga memikirkan untuk meminta badan kebudayaan PBB Unesco mengubah sebuah konvensi pelarangan ekspor dan kepemilikan barang antik curian setelah tahun 1970 sehingga mereka bisa merebut sejumlah barang yang dicuri lebih cepat.

Dalam beberapa tahun terkahir, otoritas Mesir mengambil langkah guna mengembalikan artifak yang dicuri, salah satunya adalah upaya kepala SCA Zahi Hawass menarik perhatian dunia internasional dengan sejumlah cara.

Tahun lalu, dia menghentikan kerjasama dengan museum Louvre, sampai Perancis mau mengembalikan kumpulan pecahan dari sebuah lukisan dinding di makam kuno Mesir.

“Kami adalah negara dengan suara terkencang dalam isu ini dan sejauh ini berhasil mengembalikan sekitar 5.000 artifak,” katanya dalam pertemuan tersebut.

“Kami ingin mengetahui bagaimana kita bisa belajar satu dengan yang lainnya, kita harus bekerja sama untuk mencapai satu daftar permintaan dan memperjuangkannya untuk mendapatkan kembali artifak tersebut”.

Dia berulangkali meminta agar batu Rosetta yang disimpan di Museum Nasional Inggris selama lebih dari 200 tahun dan sebuah artifak payudara Ratu Nefertiti berusia 3.400 tahun di Berlin dikembalikan ke Mesir.

AS sendiri baru-baru ini juga mengembalikan sebuah sarcophagus atau peti jenazah Farao yang terbuat dari kayu ke Mesir.


(bbc.co.uk/indonesia)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori