Oleh: hurahura | 14 Juli 2011

Pembuatan Bir Sudah Sejak Jaman Besi

Gandum yang dikarbonasi membuktikan bahwa biji-biji itu telah mengalami proses peragian dan pengeringan kembali (Bouby/HumanEcology)

erabaru.net, Senin, 11 Juli 2011 – Para arkeolog menemukan bukti bahwa penduduk di Perancis Tenggara telah membuat bir sejak Jaman Besi, sekitar 2.500 tahun lalu.

Sebuah peper dalam Human Ecology menguraikan secara singkat penemuan tentang diprosesnya tunas biji-biji gandum yang dikenal sebagai malting atau peragian. Tidak jauh dari tempat itu, sebuah tungku juga ditemukan, yang kemungkinan telah digunakan untuk mengatur proses tersebut.

Warisan pusaka pembuatan bir terbentang hingga ke Jaman Perunggu di Tiongkok dan Timur Tengah, namun di Perancis merupakan pertanda paling awal dari praktek ini, di mana pembuatan anggur juga telah dilakukan.

Temuan terbaru terjadi pada 1990-an, di Roquepertuse, dekat provinsi modern, Aix, dan telah dilakukan penggalian.

Aekeolog Laurent Bouby dari Pusat Riset Ilmu Pengetahuan Perancis telah meneliti ‘arkeobotani’–bekas pabrik—di wilayah sekitar Roquepertuse lebih dari satu dekade.


Bukan anggur

Dr. Bouby dan rekan-rekannya kini sedang menganalisa sisa-sisa ‘macrobotanical’ yang ditemukan di tiga lokasi penggalian, seperti: Sebuah lantai yang diratakan hingga dekat tungku, sebuah rumah perapian yang menandakan abad 5 SM, bejana keramik serta sebuah lubang dekat kontainer penyimpanan.

Sembilan puluh persen dari biji gandum yang ditemukan dari lokasi ini telah bertunas.

Temaun biji-bijian gandum yang telah diproses, diduga kuat sebagai sebuah tempat pembuatan ‘bir-rumahan’, karena dari catatan mereka disimpulkan tidak terdapat peralatan khusus.

“Semua yang dibutuhkan adalah jumlah biji-bijian, air dan kontainer (biasanya bejana keramik) di mana alat ini digunakan untuk merendam biji-biji tersebut, area yang datar—kemungkinan merupakan lantai—untuk menebar dan mengatur gandum selama proses tumbuh tunas, sebuah oven kemungkinan untuk mengeringkan dalam menghentikan proses perkecambahan, penggiling batu—kemungkinan untuk menggiling biji-biji gandum, tungku perapian dan kontainer digunakan untuk penyimpanan dan proses peragian,” tulis mereka.

“Bukti dari segala macam peralatan ini merupakan laporan yang ditemukan dari sebuah rumah penduduk di Roquepertuse.”

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa sebuah varian tanaman gandum (yang digunakan untuk bir) dikenal sebagai tanaman yang telah dibudidayakan di wilayah tersebut pada saat itu. Penulis penelitian kini menyatakan bahwa produksi bir kemungkinan yang telah menjadi alasan utama penanaman itu. (Erabaru/BBCNews/sua)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori