Oleh: hurahura | 13 April 2011

Candi Plaosan

Candi Plaosan Lor

Candi Plaosan terletak di kompleks Candi Prambanan yang termasuk wilayah Klaten, Jawa Tengah. Sebenarnya, Plaosan merupakan kompleks percandian tersendiri. Ada dua candi di kompleks itu, yaitu Plaosan Kidul di bagian Selatan dan Plaosan Lor di bagian Utara. Yang sekarang kondisinya relatif utuh adalah Plaosan Lor.

Plaosan Lor terdiri atas sebuah kelompok utama, yang denahnya disusun sangat sistematis. Berlainan dengan kebanyakan candi dan kelompok candi di Jawa Tengah yang pintu utamanya menghadap ke Timur, Candi Plaosan justru menghadap ke Barat. Kiblat seperti ini biasanya terdapat pada candi-candi di Jawa Timur.

Candi Plaosan ditemukan pada 1867. Penelitian pertama dilakukan oleh Ijzerman pada 1909. Beberapa kali pemugaran pernah dilakukan di sana, yakni pada candi perwara, stupa, pagar batu, dan gerbang gapura. Beberapa tahun kemudian giliran candi induk I pada 1960 dan candi induk II pada 2001.

Pada sejumlah batu terdapat inskripsi singkat. Di belakang candi perwara tulisannya berbunyi Anumoda Sang Sirikan Pu Surya (hadiah dari Sirikan – Pu Surya). Di tempat lain tulisannya Anumoda Sri Kahulunan (hadiah Sri Baginda Putri).

Menurut dua tulisan lain, Sri Kahulunan adalah putri raja yang disebut dalam sebuah prasasti tahun 842 Masehi, yaitu putri Raja Sailendra Pramodawardhani. Dengan demikian disimpulkan bahwa putri raja yang berasal dari wangsa penganut Buddha telah kawin dengan Rakai Pikatan dari wangsa Sanjaya yang beragama Siwa (Hindu). Adanya perkawinan tersebut tentulah menunjukkan toleransi beragama yang amat kental.

Diperkirakan dulu Plaosan Lor berlantai II, semacam tempat tinggal bagi para pendeta Buddha. Namun karena terbuat dari kayu, bahan tersebut lapuk dimakan usia. Sayang, sisa-sisanya tidak pernah ditemukan sampai kini, kecuali tanda-tanda adanya tangga kayu.

Di Plaosan, kedua candi induknya masih memuat berbagai arca aslinya berupa arca-arca Buddha. Hal ini tentu saja amat menguntungkan dunia ilmu pengetahuan. Arca-arca itu merupakan hasil seni pahat yang sungguh tinggi mutunya (Soekmono, 1974).

Pejabat Hindia Belanda pernah menghadiahkan beberapa arca dari Candi Plaosan ini kepada Raja Siam, Chulalongkorn, ketika berkunjung ke tanah Jawa pada abad ke-19. Kini arca-arca tersebut masih bermukim di Thailand.

Candi Plaosan Kidul berukuran lebih kecil. Candi-candi perwara yang terdapat di sana banyak yang sudah rusak, mungkin sebagian sudah dicuri orang. Tercatat hanya satu candi yang telah dibina kembali. Satu-satunya sisa dari kelompok itu adalah sejumlah arca Boddhisatwa, Tara, dan rahib-rahib. (Djulianto Susantio)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: