Oleh: Lutfi Yondri
Balai Arkeologi Bandung
Pendahuluan
Bangunan berundak Gunung Padang saat sekarang secara administratif termasuk dalam wilayah administratif Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Secara georafis kawasan ini terletak antara 6d 57m LS dan 107d 01m BT (d = derajat, m = menit). Terletak di antara dua kampung, yaitu kampung Gunung Padang di sebelah timur dan pada kampung Cipanggulan di sebelah barat berada. Untuk mencapai situs megalitik Gunung Padang dari kota Cianjur dapat ditempuh dari dua arah, dari arah barat dan timur.
Dari arah barat: Cianjur – Sukaraja – Tegal Sereh – Gunung Padang. Kondisi jalan antara Cianjur – Sukaraja – Tegal Sereh beraspal, sedangkan dari Tegal Sereh ke situs Gunung Padang kondisi jalannya belum diperkeras. Dari arah timur, Cianjur – Warung Kondang – Cikancana Lampegan – Pal Dua – Gunung Padang dengan jarak tempuh sekitar 25 km. Kondisi jalan antara Cianjur – Warung Kondang – Cikancana – Pal Dua beraspal. Dari Pal Dua ke situs Gunung Padang kondisi jalannya saat sekarang sebagian sudah beraspal.
Bangunan berundak Gunung Padang muncul dalam percaturan bidang prasejarah sekitar tahun 1979, setelah 3 orang penduduk (Endi, Soma, dan Abidin) menemukan misteri yang terkandung dalam semak belukar di bukit Gunung Padang. Ketika bekerja di tempat tersebut mereka menemukan dinding tinggi dan susunan batu-batu berbentuk balok. Peristiwa itu dilaporkan kepada Edi, seorang Penilik Kebudayaan Kecamatan Campaka yang kemudian bersama-sama R. Adang Suwanda Kepala Seksi Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur mengadakan pengecekan pada tahun 1979. Sejak itulah kemudian berturut-turut tim peneliti baik dari Dit P3SP maupun dari Pus. PAN mengadakan pemetaan, penggambaran, dan deskripsi. Temuan bangunan berundak Gunung Padang merupakan yang cukup penting karena dapat dipergunakan sebagai studi bandingan dalam penelitian bangunan berundak di Indonesia.
*Makalah disampaikan pada Diskusi “Menguak Tabir Peradaban dan Bencana Katastropik Purba di Nusantara untuk Memperkuat Karakter dan Ketahanan Nasional”, Jakarta, 7 Februari 2012





Komentar Anda