Oleh: hurahura | 2 Desember 2011

Prasasti Butulan Zaman Majapahit Ditemukan di Gresik

Seorang pegawai Kecamatan, menunjukkan penemuan prasasti berupa huruf Jawa Kuno yang dipahat di dinding Goa Butulan di Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik, Jawa Timur. (Ant/Syaiful Arif)

beritakota.net, 30 Juli 2010 – Sebuah prasasti ditemukan di kawasan pegunungan kapur utara, tertulis di dinding goa butulan Desa Gosari, Ujungpangkah, Gresik Jawa Timur. Prasasti beraksara Jawa kuno ini asli ditulis pada tahun 1298 saka. Terdapat nama pelaku yaitu San Rama Samadaya yang tersingkirkan. Diperkirakan prasasti ini peninggalan jaman kejayaan Majapahit abad 12 silam.

Dinamakan prasasti Butalan karena prasasti ini ditulis di dinding goa tembus atau butulan prasasti Butulan aksara Jawa kuno di wasani ngambal 1298 duk winahon denira San Rama Samadaya Makadi Sira Buyutajrah, Tali Kursi Raka Durahana.

Dalam terjemahan bahasa indonesia berarti tahun 1298 saka, atau sekitar 1376 m di ambal waktu itu (tempat ini) didiami oleh beliau San Rama Samadaya terutama beliau buyut ajarh talikur, beliau (yang) tersingkirkan.

Di atas dinding bertuliskan prasasti aksara Jawa kuno, terdapat goa tempat bertapa San Rama Samadaya, dan olah ilmu kanuragan atau kesaktian bersama muridnya waktu itu.

Setelah ditemukan dan dilakukan penelitian bersama tim pengembangan arkeologi nasional, Hasan Shodiq, Kasi Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Ujungpangkah mengatakan, prasasti tersebut ditulis olah salah satu murid San Rama Samadaya pada jaman keemasan atau kejayaan Majapahit yang saat itu rajanya adalah Hayamwuruk, Seri Radjasanagara tahun 1272 saka atau 1359 masehi sampai 1311 saka atau 1389 masehi dengan patihnya Gajah Mada yang meninggal tahun 1290 saka, atau 1368 masehi.

Sejak ditinggalkan Mahapatih Gajah Mada muksa atau menghilang kursi Mahapatih menjadi rebutan, San Rama Samadaya terpaksa harus menyingkir, karena kalah dengan Gajah Enggon yang dinobatkan menjadi Mahapatih Majapahit pengganti Gajah mada.

Setelah pergolakan perebutan kekuasaan dan kalah pengaruh dengan pejabat lain San Rama Samadaya terpaksa menyingkir dan mengucilkan diri ke goa butulan di kawasan ambal atau Desa Gosari kawasan pegunungan kapur utara yang saat ini menjadi mata pencaharian hidup warga sekitar.

Petugas dan penggali kapur PT Polowijo Gosari juga menemukan dua sendang, air jernih yang diyakini tempat pemandian San Rama Samadaya bersama muridnya.

Selain itu temuan bersejarah yang tidak kalah penting adalah ditemukannya beberapa tungku dan lokasi pembuatan tembikar atau gerabah satu kilometer dari lokasi prasasti.

Tungku, kendi, celengan, teko dan cawang dengan tingkat pembakaran 1000 derajat telah dibawa ke Trowulan Mojokerto pusat penemuan barang bersejarah di zaman Majapahit.

Saat ini petugas kecamatan melokalisir lokasi tersebut dengan menancapkan potongan bambu petugas juga menunjukan bekas pecahan tembikar berupa kendi bercerat, celengan, teko dan cawang.

Bukti-bukti temuan keramik cina dinasti song abad 12-13 tersebut menandakan kawasan gosari saat itu sudah mampu mengadakan kerjasama dan hubungan internasional. Jarak dari kota Gresik menuju lokasi penemuan prasasti butulan di ambal atau Desa Gosari membutuhkan waktu sekitar satu jam atau sekitar 40 kilometer. (*/yan)

About these ads

Responses

  1. […] Gedung Harmonie di Mata Emil Helfferich Prasasti Butulan Zaman Majapahit Ditemukan di Gresik […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.685 pengikut lainnya.