Oleh: hurahura | 4 Juli 2011

Situs Prasejarah Pasir Angin Terlantar

Koran Tempo, Senin, 4 Juli 2011 – Situs purbakala Pasir Angin, yang berada di Kampung Pasir Angin RT 14 RW 04, Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, terancam keberadaannya. Sejak ditemukan pada 1970, situs tersebut kurang mendapat perhatian dari pemerintah. “Terakhir ada bantuan pada 2009, sejak itu tidak ada lagi,”kata Ishak Tumetis, Koordinator Juru Pelihara Situs Purbakala Wilayah Bogor Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Serang, kemarin.

Menurut Ishak, dalam penelitian pada 1970-1975, tim Pusat Penelitian Arkeologi Nasional menemukan artefak berbentuk kapak perunggu, kapak besi, tongkat perunggu, bandul kalung perunggu, gerabah, dan topeng emas. “Uniknya, saat ditemukan, semua benda itu membujur dari arah barat ke timur,” katanya.

Berdasarkan penemuan itu, peneliti menduga tempat tersebut adalah tempat pemujaan. Usia situs diperkirakan 1.000 tahun sebelum Masehi sampai 1.000 tahun Masehi. “Hal ini berarti bahwa sekitar 2.000 tahun selama masa prasejarah, proto sejarah, dan sejarah, upacara megalit terus dilakukan di Pasir Angin. Karena benda yang ditemukan merupakan ciri pemujaan pada masa-masa itu,”kata Ishak.

Pada 1972, pemerintah mendirikan Museum Benda Purbakala di situs Pasir Angin. Sayang, satu-satunya museum terbesar di Bogor ini belakangan kurang mendapat perhatian dari pemerintah.

Padahal, kata Ishak, di era otonomi daerah ini, Pemerintah Kabupaten Bogor bisa mengajukan pengelolaan situs Pasir Angin secara penuh untuk kepentingan daerah.

Bahkan pemerintah daerah bisa meminta kembali sejumlah benda terbuat dari logam mulia yang kini berada di Museum Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional di Jakarta untuk disimpan di situs Pasir Angin. “Tapi tidak ada keinginan secara serius dari pemerintah daerah,” ujarnya. ● ARIHTA UTAMA S

About these ads

Responses

  1. Menurut saya ini termasuk situs purbakala tertua di Indonesia yang harus dipelihara kelestariannya. Apabila hasil penelitian para ahli benar bahwa situs pasir angin berusia antara 1000 tahun sebelum masehi sampai 1000 tahun setelah masehi, artinya diwilayah bogor sudah ada peradaban dan tata cara penyembahan kepada yang maha kuasa, yang pada saat bersamaan di wilayah TimurTengah Nabi Ibrahim dan nabi-nabi yang lain sedang berdakwah membawa agama tauhid. Ini adalah cikal bakal perjalanan peradaban masyarakat pra sejarah menuju terbentuknya sebuah bangsa. Ini sangat menantang untuk diteliti lebih dalam………


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.705 pengikut lainnya.