Oleh: hurahura | 17 Agustus 2010

Situs Sejarah: Kabupaten Lahat Siap Kelola Aset Megalitikum

Kompas, Jumat, 13 Agustus 2010 – Pemerintah Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, mendesak pemerintah pusat agar memberikan izin pengelolaan situs megalitikum yang tersebar di lebih dari enam kecamatan. Jika izin diberikan, Pemkab Lahat berencana membangun museum megalitikum serta menjadikan sebagai aset unggulan di sektor pariwisata sejarah.

Hal itu disampaikan Bupati Lahat Syaifuddin Aswari di Palembang, Kamis (12/8). Dia menilai, pengelolaan aset sejarah megalitikum yang selama ini dilakukan Badan Pengembangan Kebudayaan dan Pariwisata, Deputi Bidang Pelestarian dan Pengembangan Budaya, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3), belum maksimal.

“Pengelolaan situs megalitikum selama ini hanya mempertimbangkan aspek orisinalitas lokasi, pendataan, silsilah peninggalan, dan lainnya. Menurut saya, tidak seharusnya berhenti sampai di situ,” katanya.

Syaifuddin Aswari menilai, amat sayang jika benda-benda peninggalan purbakala yang usianya diperkirakan 4.000 tahun tidak diperhatikan secara serius. Apalagi, sampai sekarang ribuan batu megalitikum itu hanya tergeletak secara menyebar.

“Oleh karena itu, saya meminta pemerintah pusat memberikan respons atas tiga kali pengiriman surat kami. Biarkan kami mengelola secara profesional sebelum ribuan peninggalan megalitikum itu rusak. Jangan khawatir soal dana karena ada dukungan pemerintah dan pengusaha serta penghasilan Lahat dari tambang batu bara,” katanya.

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Lahat, aset peninggalan megalitikum tersebar di wilayah Lahat, Tinggi Hari, Pulau Pinang, Kota Agung, Merapi, Jarai, Fajar Bulan, Mulak Ulu, Pagar Gunung, Tanjung Sakti, Pendopo, Muara Pinang, Ulu Musi, Tegur Wangi, Tanjung Aro, Talang Tinggi, dan Belumai.

Adapun jenisnya berupa arca, kubur batu (nisan), menhir (batu tiang), batu berlubang (rumah batu), dan dolmen (meja batu). Sebagian besar peninggalan peradaban Dongson tersebar tak hanya di Kabupaten Lahat, tetapi juga di Kota Pagar Alam.

Menurut Safran, Kepala Subdinas Seni Budaya Dinas Pariwisata Kabupaten Lahat, situs yang paling sering dikunjungi adalah Megalitikum Tinggi Hari di Desa Tinggi Hari, Kecamatan Pulau Pinang. Ada pula Megalitikum Batu Tiang Enam di Desa Pajar, Kecamatan Tanjung Sakti, serta Megalitikum Batu Macan di Kecamatan Pulau Pinang, Desa Pagar Alam Pagun.

Bupati menambahkan, jika nanti izin diberikan, pemkab sudah punya rencana khusus untuk mengelola kawasan itu menjadi tempat wisata. Saat ini, pemkab memiliki dana Rp 1 triliun untuk membangun museum megalitikum. (ONI)

About these ads

Responses

  1. saya mau yg memuaskan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.706 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: