Oleh: hurahura | 18 Juli 2014

Ratusan Bangkai Kapal Belum Tersentuh

Terdapat ratusan bangkai kapal bersejarah yang karam di kawasan perairan Indonesia. Namun, baru sebagian kecil di antaranya yang berhasil diteliti.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 14 Juli 2014

Tambora Diusulkan Jadi Ekomuseum

Gunung TamboraKOMPAS/AGUS SUSANTO

Kawah Gunung Tambora berdiameter lebih kurang 7 kilometer. Kawah dipagari tebing curam sedalam 1.200 meter. Gunung yang difoto beberapa waktu lalu itu berlokasi di Kabupaten Bima dan Dompu, Nusa Tenggara Barat.

Menyongsong 200 tahun letusan Gunung Tambora, Pusat Arkeologi Nasional merekomendasikan Situs Tambora di Desa Oi Bura, Tambora, Bima, Nusa Tenggara Barat, sebagai ekomuseum. Di tempat ini, pengunjung bisa belajar sejarah dan peradaban.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 6 Juli 2014

Menyelamatkan Naskah-naskah Nusantara

Seandainya pada abad ke-18 Heinrich Schliemann, seorang bankir Jerman, tidak memercayai kisah Perang Troya sebagaimana yang dia baca semasa kecil, kemungkinan letak Kota Troya kuno di Yunani sekarang, tidak akan terungkap. Konon, setelah membaca buku itu Schliemann bersikeras ingin membuktikan bahwa Kota Troya benar-benar ada. Tidak segan-segan dia mengeluarkan banyak biaya untuk melakukan ekskavasi. Maka terkuaklah Kota Troya. Berbagai benda arkeologi banyak ditemukan di sana.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 6 Juli 2014

Sejarah Kegiatan Mata-mata

Kegiatan mata-mata atau spionase telah dikenal sejak lama. Kata spionase semakin populer ketika terbentuk dua blok berdasarkan ideologi, yakni blok Barat pimpinan AS dan blok Timur pimpinan Uni Soviet. Masing-masing blok berupaya memata-matai pihak lawan dengan cara menyusupkan sejumlah agen spionase.

Baca Lanjutannya…

Liyangan-1KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA

Petugas dari Balai Arkeologi Yogyakarta mengekskavasi Situs Liyangan di Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Senin (23/6). Situs Liyangan ini disebut sebagai penemuan terlengkap kawasan permukiman zaman Mataram Kuno abad VII yang tertimbun material vulkanik Gunung Sindoro.

LETUSAN Gunung Vesuvius yang menimbun Kota Pompeii, Italia, tahun 79 menjadi sejarah dramatis ingatan dunia. Tak perlu jauh-jauh ke Italia, kisah serupa bisa ditemukan di lereng Gunung Sindoro, tepatnya di Dusun Liyangan, Kelurahan Purbasari, Ngadireja, Temanggung. Sebuah kompleks peribadatan Hindu Kuno hilang tertimbun letusan Gunung Sindoro pada 971 Masehi.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 23 Juni 2014

Prasasti Amburadul di Dalam Museum

Amburadul-01Prasasti amburadul di Museum Nasional

Sungguh miris menyaksikan beberapa koleksi prasasti batu di Museum Trowulan atau Museum Majapahit di Mojokerto. Batu-batunya pecah di sana-sini, entah apa penyebabnya. Bahkan ada bagian yang hilang, sehingga sulit dibaca secara keseluruhan. Hanya sebagian aksara masih bisa dikenali oleh para epigraf (ahli membaca aksara kuno). Jelas kerugian besar buat kita sekarang untuk memahami sejarah kuno Nusantara.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 16 Juni 2014

Cirebon Kurang Perhatikan Peninggalan

Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, dinilai kurang memperhatikan keberadaan cagar budaya di kota tersebut. Sejumlah bangunan cagar budaya kini kondisinya kurang terawat dan dibiarkan begitu saja.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 12 Juni 2014

Prasasti Era Airlangga Ada di Lamongan

Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, memiliki 31 benda cagar budaya yang telah ditetapkan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Trowulan, Mojokerto. Dari 31 benda cagar budaya, 10 di antaranya berhasil dikenali berasal dari era Raja Airlanggga, penguasa Kerajaan Kahuripan, sekitar tahun 1.000-an Masehi. Kesimpulan itu berdasar dari palaeografis—yaitu analisis gaya dan bentuk aksaranya—dan secara morfologis, yaitu berdasarkan bentuk prasasti.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 11 Juni 2014

Minim Dana, Penelitian Tetap Dilanjutkan

Di tengah keterbatasan dana, Pusat Arkeologi Nasional tetap akan melanjutkan penelitian situs Goa Harimau di Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Agar penelitian berjalan, Pusat Arkeologi Nasional berencana menggandeng peneliti luar negeri dengan berpegang pada nota kesepakatan bersama yang jelas dan prinsip kerja sama yang sejajar.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 11 Juni 2014

Upaya Pengembalian Prasasti Sangguran

Pras-sangguranPrasasti Sangguran (Batu Minto) diambil dari google

Tulisan tentang “Ribuan Benda Sejarah Indonesia di Luar Negeri” (Kompas, 10/7/2013) dan “Benda Bersejarah Belum Dioptimalkan” (Kompas, 11/7/2013) menunjukkan masalah lama ini masih terus mengendap tanpa ada upaya penyelesaian. Sebenarnya sejak beberapa tahun lalu pemerintah sudah melakukan upaya agar benda-benda peninggalan sejarah dan purbakala yang masih berada di luar negeri dapat dibawa pulang ke Tanah Air. Salah satunya adalah upaya pengembalian Prasasti Sangguran yang masih tersimpan pada keturunan Lord Minto di Skotlandia. Prasasti itu bila sudah dikembalikan, rencananya akan ditempatkan di Museum Nasional Jakarta.

Baca Lanjutannya…

Benteng-01Benteng Martello di Pulau Kelor

Pulau Kelor mendadak terkenal setelah pertengahan Agustus 2013 lalu pasangan selebriti mengadakan pesta pernikahan di sana. Sebelumnya, orang jarang menyebut-nyebut pulau itu. Ironisnya, dalam beberapa tahun belakangan ini, secara diam-diam Kelor hanya dikenal sebagai “tempat terindah sebagai latar foto nudis”. Beberapa fotografer profesional dan amatir, lengkap dengan sang model, kerap beraktivitas di sini.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 6 Juni 2014

Candi Prambanan dan Lingkungan Hidup

Hari Lingkungan Hidup setiap 5 Juni selalu dihubungkan dengan Candi Prambanan. Hal ini karena lambang Hari Lingkungan Hidup adalah pohon kalpataru. Memang pohon tersebut tidak sungguh-sungguh ada, melainkan hanya mitos dari masa berabad-abad lampau. Kalpataru adalah pohon hayat atau pohon kehidupan milik para dewa. Penggambaran pohon kalpataru terdapat pada beberapa candi, namun yang paling fenomenal terdapat pada Candi Prambanan.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 2 Juni 2014

Memburu Misteri Goa Harimau

PUKUL 07.00. Mobil pikap melaju, mengantar serombongan peneliti ke pinggir hutan. Lengkingan siamang (Symphalangus syndactylus) membelah hutan Desa Padang Bindu, Semidang Aji, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 1 Juni 2014

Rumah Bung Karno dan Semangat Nasionalisme

Istana-gebangIstana Gebang (Foto: Koleksi Diyah Wara)

Beberapa tahun lalu rencana penjualan rumah milik ahli waris keluarga Bung Karno yang terletak di Blitar menimbulkan reaksi keras dari masyarakat. Berbagai lapisan, termasuk para penarik becak, rela merogoh kocek untuk mengumpulkan sumbangan sukarela bagi pembelian rumah tersebut. Belum lagi para selebriti dan Mennegpora Adhyaksa Dault yang berjanji akan mengerahkan segala upaya agar rumah tersebut tidak berpindah tangan. Dikabarkan, di antara sejumlah peminat rumah tersebut, terdapat seorang warga Malaysia yang ikut menawar. Entah bagaimana nasib rumah tersebut sekarang.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 1 Juni 2014

Benda-benda Budaya Indonesia di Mancanegara

Benda-benda budaya Indonesia sangat dikagumi bangsa asing. Yang termasuk ke dalam istilah itu antara lain benda kuno, benda etnografi, dan benda bersejarah. Benda-benda antik memang selalu menarik perhatian orang sejak lama karena nilai komersialnya yang tinggi. Hal tersebut tentu saja mendorong segelintir masyarakat untuk melakukan perbuatan negatif, seperti mencuri dari situs-situs arkeologi, melakukan ekskavasi secara liar, menyelundupkan barang-barang itu ke luar negeri, dan memalsukan berbagai koleksi seolah-olah asli.

Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.686 pengikut lainnya.