Oleh: hurahura | 22 Mei 2013

Melestarikan Peninggalan Arkeologi

Koran Tempo, Rabu, 22 Mei 2013 – Pencemaran terhadap peninggalan arkeologi di Indonesia masih sering terjadi hingga kini. Yang termasuk istilah pencemaran adalah pencurian, penggalian liar, penyelundupan, vandalisme, penyelaman ilegal, dan segala bentuk perusakan lain. Banyak penyebab pencemaran, terutama ketidaktahuan masyarakat akibat kurang penyuluhan, kurang pendidikan, dan kurang informasi kepurbakalaan. Selain itu, karena barang-barang kuno mempunyai nilai komersial tinggi.

Pada prinsipnya, upaya perlindungan dibedakan atas dua jenis kegiatan, yakni preventif (menanamkan kesadaran kepada masyarakat) dan represif (melindungi secara hukum). Upaya perlindungan tentu saja membutuhkan peran pihak-pihak lain, seperti media massa, institusi pendidikan, lembaga pariwisata, LSM, dan peran serta masyarakat sendiri.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 13 Mei 2013

Hotel di Kawasan Candi

Kompas, Senin, 13 Mei 2013 – Beberapa waktu mendatang, kawasan Candi Prambanan akan dilengkapi sebuah hotel. Saat ini sayembara konsep desain arsitektur hotel tersebut sedang berlangsung.

Penyelenggaranya adalah Ikatan Arsitek Indonesia (IAI). Dalam rilisnya beberapa hari lalu dikatakan sayembara arsitektur ini merupakan sayembara konsep desain dan skematik arsitektur.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 29 Maret 2013

Tidak Ada Kanal di Kota Majapahit

Agus-01Sampai saat ini para pakar dari berbagai disiplin ilmu melihat bahwa di wilayah situs Trowulan, yang mengandung tinggalan purbakala dari era Kerajaan Majapahit, diiris-iris oleh jaringan kanal yang saling memotong. Hingga tahun 1980 heboh tentang adanya jaringan kanal belum mengemuka di kalangan para peneliti Trowulan. “Kanal Trowulan” baru diketahui kehadirannya lewat foto udara yang dilakukan dalam rangka kajian lebih lanjut untuk menyusun Rencana Induk Situs Trowulan di masa mendatang.

Diketahui bahwa kanal tersebut dibentuk dengan garis-garis lurus. Berdasarkan hal tersebut dapat diasumsikan bahwa kanal-kanal yang saling memotong itu sengaja dibuat, bukan bentukan alami.

Arkeolog Mundardjito menyatakan bahwa jaringan kanal di Trowulan merupakan satu-satunya bangunan air berpola kisi-kisi yang ditemukan di satu-satunya situs kota dari periode Hindu-Buddha di Indonesia. Namun, data tentang kanal-kanal kuno di Trowulan itu tidak pernah disebutkan dalam naskah kuno yang berkenaan dengan Trowulan, seperti Nagarakretagama.

Amrit Gomprets dkk (2008) meragukan hasil kajian Stutterheim dalam tahun 1941. Menurut Stutterheim, sebenarnya bagian-bagian kota Majapahit dihubungkan dengan jalan-jalan yang saling berpotongan. Jalan-jalan itulah yang kini ditafsirkan sebagai kanal. Gomprets dkk menumpangkan gambar rekonstruksi keraton Majapahit karya Stutterheim ke peta Trowulan sekarang. Maka diperoleh posisi keraton tersebut di wilayah Kedaton, wanguntur (alun-alun) dan witana ada di utara keraton di area Nglinguk, tepatnya di situs kubur panggung.

Baca Lanjutannya…

Harta-1Hiasan pada pedang pendek, (Foto: LiveScience/Valentina Mordvintseva)

Para peneliti di Rusia menemukan makam seorang kesatria berisi perhiasan emas, surat yang dirantai besi dan berbagai senjata, termasuk satu set pedang besi 91 cm di antara kedua kakinya.

Barang-barang itu hanyalah salah satu penemuan menakjubkan di antara harta karun kuno lain yang ditemukan di makam yang tersembunyi di ketinggian pegunungan Kaukasus. Usianya lebih dari 2000 tahun.

Barang yang ditemukan antara lain dua helm perunggu yang ditemukan pada permukaan pekuburan. Satu helm (ditemukan dalam bentuk fragmen dan telah dirangkai kembali) memiliki ukiran relief tanduk domba sementara yang lain memiliki relief pegunungan, zigzag, dan bentuk aneh lainnya.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 25 Februari 2013

Arkeolog Australia Tertarik Teliti Gua Harimau Sumsel

Sejumlah arkeolog Australia tertarik melakukan penelitian Gua Harimau yang baru saja ditemukan di kawasan objek wisata alam Gua Putri di Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.

“Baru-baru ini sejumlah arkeolog Australia berkunjung ke Baturaja untuk melakukan penelitian Gua Harimau yang ditemukan beberapa bulan lalu, dan mereka merencanakan dalam waktu dekat kembali lagi dengan jumlah personel yang lebih banyak dan peralatan yang lebih lengkap” kata Kepala Dinas Pariwisata Ogan Komering Ulu (OKU) Aufa Sarkomi kepada ANTARA di Palembang, Senin.

Baca Lanjutannya…

republika.co.id, Rabu, 6 Februari 2013 – Setelah menemukan kerangka Richard III di bawah tempat parkir di Leicester, arkeolog Inggris memburu lokasi kerangka raja Inggris yang hilang lainnya, Alfred Agung.

Jenazah Alfred diyakini terbaring di sebuah makam tanpa tanda di Winchester. Tim dikabarkan mengajukan izin untuk menggali di Gereja St Bartholomew. Diperkirakan kerangka Alfred dapat ditemukan di antara koleksi tulang di tempat tersebut.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 8 Februari 2013

Makam Richard III Ditemukan di Bawah Lahan Parkir

tempo.co, Sabtu, 1 September 2012 – Makam Raja Richard III, Raja Inggris yang tewas dalam sebuah pertempuran di abad ke-15 ditemukan. Tokoh yang mengucapkan kata-kata “Sekarang adalah musim dingin bagi ketidakpuasan kita” dalam drama terkenal Shakespeare itu diketahui dimakamkan di sebuah gereja Fransiskan yang disebut Greyfriars, di lokasi yang akhirnya hilang.

Pekan ini, Richard Buckley, salah satu Direktur Pusat Arkeologi University of Leicester, mengatakan ia telah menemukan bukti kuat lokasi gereja itu. Penelitian pendahuluan menyebutkan gereja itu terkubur di bawah lahan parkir Dewan Kota Leicester.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 4 Februari 2013

Monumen Korupsi

Kompas, Senin, 4 Februari 2013 – Kata korupsi tampaknya sudah memasyarakat di bumi Nusantara. Karena dianggap ‘wabah’, dibentuklah Komisi Pemberantasan Korupsi.

Korupsi memang musuh masyarakat di mana pun. Meski demikian, bagi mereka yang jeli, dari korupsi juga dapat dipetik manfaat alias bisa menambah penghasilan secara halal.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 26 Januari 2013

Irigasi Sultan Ageng Tirtayasa Kurang Terawat

KOMPAS, Senin, 21 Januari 2013 – Kondisi bangunan-bangunan sistem irigasi peninggalan Sultan Banten VI Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1682) di Situs Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten, kurang mendapat perhatian. Bangunan bernilai sejarah tinggi yang dapat menjadi materi studi arsitektur, teknologi, dan tata kelola air itu mendesak ditangani.

Sisa-sisa bangunan sistem irigasi Sultan Ageng itu berada di Kecamatan Tirtayasa, Pontang, Tanara, dan Carenang. Bangunan yang dibangun pada 1663-1677 itu berupa bendungan, pintu air, dan kanal air.

Baca Lanjutannya…

Wihara-1Wihara Avalokitesvara

KOMPAS, Selasa, 22 Januari 2013 – Setiap Minggu pagi ratusan umat Buddha dari sejumlah daerah mengunjungi Wihara Avalokitesvara di Desa Pamarican, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Untuk mencapai wihara, dibutuhkan waktu satu jam dari Kota Serang atau empat jam dari Jakarta.

Jalan yang harus dilalui melintasi perkampungan dan persawahan dengan lebar jalan hanya cukup untuk dua mobil. Dengan jalan yang relatif sempit itu jika ada dua kendaraan yang berpapasan, pengemudi harus mengurangi kecepatannya.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 26 Januari 2013

Dari Aneta ke Antara (2 – Habis)

Warta Kota, Selasa, 22 Januari 2013 – Karena pemberitaan Aneta dipandang kurang objektif, maka beberapa putera Indonesia mendirikan Kantor Berita Antara pada 13 Desember 1937. Nama Antara merupakan kependekan dari Per-Antara-an Masyarakat dan Pers. Dua bulan setelah Antara lahir, Pemerintah Hindia Belanda memberikan bantuan 6.000 Gulden agar Aneta dapat menekan tarif langganan bagi surat-surat kabar pribumi. Apalagi Dewan Hindia Belanda berpendapat bahwa Aneta menduduki posisi monopoli.

Kantor Berita Aneta ditutup oleh pemerintah pendudukan Jepang pada 19 Maret 1942. Ketika itu Jepang unggul dalam Perang Pasifik sehingga Belanda menyerah tanpa syarat. Namun kemudian Jepang kalah perang. Akibatnya tentara Sekutu memasuki Jakarta pada September 1945. Aneta pun sejak awal 1946 memulai lagi aktivitasnya di gedungnya yang lama Jalan Antara No. 53. Selama perang, gedung itu ditempati oleh kantor berita Jepang Domei.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 26 Januari 2013

Kantor Berita di Batavia (1)

Warta Kota, Senin, 21 Januari 2013 – Kantor berita pertama di Indonesia didirikan di Batavia pada 1917, bernama Algemeen Nieuws Telegraaf Agent Schap (Aneta). Ketika itu sedang berkecamuk Perang Dunia I, jadi yang diberitakan adalah hal-hal sekitar perang. Namun kalau dilihat dari sejarah pers, kantor berita pertama adalah Indonesisch Persbureau (IP) yang berdiri pada 1913. Hanya kantor berita tersebut tidak berada di Indonesia melainkan di Den Haag (Belanda). IP didirikan oleh beberapa tokoh yang sedang menjalani pembuangan di Belanda, antara lain Tjipto Mangoenkoesoemo dan E. Douwes Dekker (Danoedirdja Setiaboedi).

Aneta merupakan perkembangan dari Pers en Knipselbureau (Biro Pers dan Guntingan Koran) yang didirikan oleh Dominique Berrety pada 1 April 1917. Karena semakin berkembang, Berrety memperluas usahanya. Dia berhasil meminjam uang dari seorang pengusaha kapal. Sejak 23 April 1924 usahanya itu dijadikan perseroan terbatas dengan nama Aneta.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 16 Januari 2013

Arsip: Lalu Kini, Lalu Nanti

Mapping HistoryKOMPAS/TOTOK WIJAYANTO

Naskah asli dari Batak ditampilkan dalam pameran foto dan benda sejarah koleksi KITLV bertajuk ” Mapping History ” di Erasmus Huis, Jakarta, Rabu (9/1).

KOMPAS, Minggu, 13 Jan 2013 – KITLV menghadirkan ”Mapping The History”, sebagian kecil dari lebih dari sejuta koleksi berbagai arsip tentang Indonesia. Yang tua memesona, tetapi yang lebih bermakna adalah suguhan KITLV tentang kekinian Indonesia.

”Dari bayi saya di sini, lahir di sini. Ibu saya asli orang sini, jadi saya tidak pernah ke mana-mana. Di sini enak, saya tidak mau lagi pindah ke mana-mana, maunya di sini saja,” tutur seorang ibu sambil menimang anaknya.

Baca Lanjutannya…

KOMPAS, Sabtu, 12 Jan 2013 – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Bogor, Jawa Barat, sedang menyusun rencana aksi kota pusaka untuk menjaga identitas kota. Rencana aksi ini akan bermuara pada revitalisasi sejumlah kawasan pecinan di Suryakencana dan kawasan Arab di Empang, serta mendorong peningkatan status Kebun Raya Bogor sebagai pusaka dunia.

”Kota pusaka akan diarahkan untuk kawasan pecinan dan Empang karena karakteristiknya mendekati homogen. Namun, yang menyusun konsep kota pusaka adalah Bappeda Kota Bogor,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bogor Yan Yan Rusmana di Kota Bogor, Jumat (11/1).

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 13 Januari 2013

Candi-candi di Jawa Barat

Sejarah sebuah candi di Indonesia tidak terlepas dari sejarah sebuah kerajaan, karena pembangunan candi pada masa lalu adalah atas perintah seorang raja atau kepala pemerintahan yang menguasai wilayah tempat candi tersebut berada. Berabad-abad lamanya, sejak masa penjajahan Belanda, hampir tidak ada bangunan peninggalan kuno yang ditemukan di Jawa Barat. Peninggalan masa lalu yang dijadikan pijakan dalam upaya menjelaskan secara runtut sejarah kerajaan-kerajaan di Jawa Barat, khususnya kerajaan Hindu dan Buddha, selama ini berupa prasasti yang ditemukan di beberapa tempat serta kitab-kitab kuno, seperti Pustaka Jawadwipa, Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara, dan Chu-fan-chi karangan Chau Ju-kua (1178-1225) yang merupakan catatan (buku) Cina yang memuat uraian tentang Sunda.

Salah satu dari prasati tersebut adalah Prasasti Juru Pangambat atau Prasasti Pasir Muara (458 Saka atau 536 M) ditemukan di Pasir Muara, Bogor menerangkan tentang pengembalian pemerintahan negara kepada Raja Sunda. Prasasti lainnya adalah Prasasti Telapak Gajah peninggalan Raja Purnawarman yang juga ditemukan di Pasir Muara, yang memuat gambar telapak gajah dan keterangan yang menjelaskan sepasang jejak telapak kaki tersebut adalah milik gajah kepunyaan penguasa Tarumanagara.

Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.480 pengikut lainnya.