Oleh: hurahura | 13 April 2014

Candi Sawentar I dan II

Sawentar-02Rekonstruksi BPCB Trowulan (tampak sisi utara)

Candi Sawentar terletak di daerah Sawentar, sekarang bernama Dusun Centong. Tepatnya dalam wilayah Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Nama Sawentar disebut-sebut dalam kitab Nāgara Kŗtāgama sebagai salah satu tempat yang dikunjungi oleh raja Hayam Wuruk.

Kitab Nāgara Kŗtāgama atau Kakawin Dēśa Warņnana selesai ditulis pada 1365 oleh Mpu Prapanca pada zaman Kerajaan Majapahit. Kitab itu menyebutkan daerah bernama “Lwa Wentar”. Dalam Pupuhnya disebutkan,

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 4 April 2014

Mengenal Candi Hindu dan Candi Buddha

Candi-03Ilustrasi: bagian-bagian candi (Gambar: Dinas Purbakala)

Kata “candi” mengacu pada berbagai macam bentuk dan fungsi bangunan, antara lain tempat beribadah, pusat pengajaran agama, tempat menyimpan abu jenazah para raja, tempat pemujaan atau tempat bersemayam dewa, petirtaan (pemandian), dan gapura. Walaupun fungsinya bermacam-macam, secara umum fungsi candi tidak dapat dilepaskan dari kegiatan keagamaan, khususnya agama Hindu dan Buddha, pada masa yang lalu. Oleh karena itu, sejarah pembangunan candi sangat erat berkaitan dengan sejarah kerajaan-kerajaan dan perkembangan agama Hindu dan Buddha di Indonesia, sejak abad ke-5 sampai dengan abad ke-14.

Karena ajaran Hindu dan Buddha berasal dari India, maka bangunan candi banyak mendapat pengaruh India dalam berbagai aspeknya, seperti teknik bangunan, gaya arsitektur, hiasan, dan sebagainya. Walaupun demikian, pengaruh kebudayaan dan kondisi alam setempat sangat kuat, sehingga arsitektur candi Indonesia mempunyai karakter tersendiri, baik dalam penggunaan bahan, teknik kontruksi maupun corak dekorasinya. Dinding candi biasanya diberi hiasan berupa relief yang mengandung ajaran atau cerita tertentu.

Baca Lanjutannya…

Situs Candi AngsokaKOMPAS/IRENE SARWINDANINGRUM

Kondisi batu pahat persegi di situs Candi Angsoka yang merupakan salah satu situs peninggalan Kerajaan Sriwijaya di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (20/3). Saat ini, situs warisan Sriwijaya semakin terdesak oleh permukiman yang berkembang di wilayah tersebut.

Kompas, Sabtu, 22 Maret 2014 – IBU kota Sriwijaya pada abad VII-XIII merupakan kota yang tertata apik, lengkap dengan taman buah, pusat-pusat kerajinan, dan kanal-kanal buatan. Namun, di Palembang kini, jejak kebesaran peradaban itu kian samar karena tersudut oleh pembangunan.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 18 Maret 2014

Permukiman Liar Rambah Kanal Kuno Sriwijaya

Kompas, Selasa, 18 Maret 2014 – Permukiman liar merambah bantaran jaringan kanal kuno peninggalan Kerajaan Sriwijaya di Palembang, Sumatera Selatan. Upaya penertiban terkendala ganti rugi.

Data Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya menunjukkan, 80 pondok yang digunakan sebagai tempat tinggal dibangun di bantaran kanal-kanal kuno Sriwijaya di sekitar Situs Karanganyar, Palembang. Lahan 15-20 meter dari bibir kanal kuno tersebut merupakan aset Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang telah dibebaskan.

Baca Lanjutannya…

Srwijaya-1Situs Karanganyar, salah satu situs Kerajaan Sriwijaya, saat ini dikelola sebagai Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya, Palembang. Kanal-kanal air yang terlihat diduga merupakan kanal kuno yang dibuat sebagai jalur transportasi pada masa Kerajaan Sriwijaya.

Kompas, Senin, 17 Maret 2014 – Sejumlah situs peninggalan Kerajaan Sriwijaya di Palembang, Sumatera Selatan beralih fungsi menjadi permukiman dan bangunan tanpa diberi penanda. Akibatnya, jejak-jejak keberadaan kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara itu makin hilang.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 16 Maret 2014

TRUMAN SIMANJUNTAK: Berburu Jejak Budaya Purba

Prof Truman SimanjuntakHarry Truman Simanjuntak (Foto-foto: Kompas/Totok Wijayanto)

Kompas, Minggu, 16 Maret 2014 – Truman Simanjuntak (62) menggali jejak budaya manusia Indonesia sampai ke masa mula-mula Nusantara ini dihuni. Peradaban itu tertanam di dalam bumi dan Truman ikut mengangkatnya kembali dari ”kuburan” mereka.

Awal tahun, arkeolog prasejarah Truman Simanjuntak mengisi hari di kantornya yang tenang di Pusat Arkeologi Nasional, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Itu sebelum Truman akhirnya kembali ke lapangan, bergulat dengan kotak ekskavasi atau kedalaman tanah, mencari serpihan budaya.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 9 Maret 2014

”Gonjang-ganjing” Situs Gunung Padang

baranews.com, Minggu, 2 Maret 2014 – Situs Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur (Jawa Barat) merupakan peninggalan megalitik terbesar di Asia Tenggara. Luas bangunannya sekitar 900 meter persegi dengan areal situs mencapai tiga hektar. Bangunan di situs itu berbentuk punden berundak, berbahan bebatuan vulkanik alami dengan ukuran berbeda-beda.

Situs Gunung Padang menjadi ‘fenomenal’ sejak 2011. Ketika itu Tim Katastropik Purba, bentukan Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam, Andi Arief, melakukan survei geolistrik, georadar, geomagnet, dan pemboran. Menurut mereka di bawah Situs Gunung Padang terlihat ada struktur bangunan dan hamparan pasir di dalamnya, paling tidak sampai kedalaman 20 meter.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 9 Maret 2014

Situs Megalitik Gunung Padang

baranews.co, Minggu, 2 Maret 2014 – Sampai kini Situs Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur (Jawa Barat) dipandang merupakan peninggalan megalitik terbesar di Asia Tenggara. Luas bangunannya sekitar 900 meter persegi dengan areal situs mencapai tiga hektar. Bangunan di situs itu berbentuk punden berundak, berbahan bebatuan vulkanik alami dengan ukuran berbeda-beda.

Di bagian puncak berserakan bebatuan dengan denah mengerucut dalam lima teras. Diperkirakan batunya berusia 9000-4000 SM (Sebelum Masehi), sementara situsnya berasal dari periode 2500-400 SM.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 6 Maret 2014

Trowulan Tetap Kawasan Cagar Budaya Nasional

Kompas, Kamis, 6 Maret 2014 – Pemerintah pusat tetap mempertahankan status Trowulan sebagai Kawasan Cagar Budaya Nasional meski beberapa minggu ini muncul penolakan atas status itu dari segelintir orang di Mojokerto, Jawa Timur. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, yang dikeluarkan Desember 2013, itu sudah dibahas bersama pemerintah daerah.

”Saya melihat masih ada pro kontra, tetapi prinsipnya satu, kawasan cagar budaya itu harus dilindungi dan Trowulan sangat mendesak untuk dilindungi,” kata Direktur Jenderal Kebudayaan Kemdikbud Kacung Marijan, Selasa (4/3). Kacung menampik pernyataan bahwa penetapan status KCBN tidak melibatkan pemerintah daerah.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 17 Februari 2014

CANDI LESUNG BATU: Sisa Dua Bangunan Candi Ditemukan

Tim peneliti Balai Arkeologi Palembang menemukan bebatuan yang diduga sisa dua bangunan di sekitar Candi Lesung Batu, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan. Temuan itu melengkapi penemuan sebelumnya sehingga kini sudah empat sisa bangunan yang ditemukan di situs Lesung Batu.

”Kami berhasil menemukan batu-batu napal di dua lokasi sekitar candi yang diduga merupakan sisa bangunan kuno,” kata peneliti Balai Arkeologi Palembang Sondang M Siregar, Minggu (16/2).

Baca Lanjutannya…

Membersihkan PenataranKOMPAS/MOHAMAD BURHANUDIN

Edi Suyanto (40), juru pelihara kompleks Candi Penataran, di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Blitar, Jawa Timur, membersihkan arca dari abu dan kerikil letusan Gunung Kelud yang terletak 10 kilometer dari candi tersebut, Sabtu (15/2). Tak ada kerusakan pada candi akibat letusan tersebut.

SLEMAN, KOMPAS — Pembersihan candi- candi yang tertutup abu vulkanik akibat erupsi Gunung Kelud diperkirakan butuh waktu 10 sampai 45 hari, tergantung dari kondisi candi. Lamanya waktu pembersihan karena harus dilakukan hati-hati dan sangat tergantung dari jumlah tenaga yang terlibat.

Candi Prambanan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, diperkirakan yang paling lama karena tingkat kesulitannya paling tinggi. Candi ini memiliki ketinggian 50 meter dan lebar 20 meter serta ketebalan abu vulkanik 0,5-1 sentimeter.

Baca Lanjutannya…

BrbdKOMPAS/REGINA RUKMORINI

Sebanyak 72 stupa di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, ditutup dengan kain tarpaulin, Jumat (14/2). Penutupan ini untuk mencegah kerusakan batu candi dari abu vulkanik letusan Gunung Kelud.

Sejumlah candi di Kabupaten Magelang dan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, ditutup untuk kunjungan wisatawan sejak Jumat (14/2). Penutupan ini karena candi-candi itu tertutup abu vulkanik akibat erupsi Gunung Kelud sehingga tak bisa dinikmati wisatawan.

Candi yang ditutup di Kabupaten Magelang, antara lain Candi Borobudur, Candi Mendut, dan Candi Pawon. Adapun di Kabupaten Klaten adalah Candi Prambanan.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 14 Februari 2014

Candi Borobudur Amblas, Candi Prambanan Melapuk

Dua peninggalan arkeologis kebanggaan bangsa Indonesia yang paling mendapat perhatian wisatawan adalah Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Setiap tahun kedua candi itu banyak didatangi wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara.

Namun membludaknya pengunjung malah membawa petaka bagi kedua candi itu. Beberapa waktu lalu dilaporkan, pondasi Candi Borobudur telah amblas sedalam 1,7 sentimeter. Penyebabnya, daya dukung lingkungan semakin rendah karena Candi Borobudur terlampau berat menahan beban (batu dan orang) di atasnya.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 13 Februari 2014

Menjaga Warisan Arkeologi

Koran Tempo, Rabu, 12 Februari 2014 - Arkeologi dipandang sebagai ilmu yang kering karena sering diidentikkan dengan penanganan benda-benda budaya masa lampau dari dalam tanah saja. Negara kita yang sangat luas, dengan masa lampau yang cemerlang, menjadikan ladang penelitian begitu beragam. Hal itu pula yang menyebabkan arkeologi sebenarnya tidak kering. Yang kering justru anggaran yang diterima dari pemerintah untuk konservasi.

Di lain pihak, kita menghadapi kendala minimnya apresiasi masyarakat terhadap warisan-warisan masa lampau. Kemungkinan banyaknya pelecehan terhadap warisan-warisan arkeologi disebabkan oleh masih sangat terbatasnya tenaga arkeolog yang ada. Bayangkan, kita memiliki 30-an provinsi, sebaliknya jumlah arkeolog yang ada begitu minim. Ada berbagai penyebab kelangkaan tenaga arkeolog. Pertama, karena penerimaan tenaga arkeolog tidak dibuka setiap tahun, meskipun satu per satu arkeolog senior mulai pensiun. Di pihak lain, para arkeolog muda enggan ditempatkan di daerah terpencil. Masalah penghasilan bisa saja menyebabkan banyak arkeolog enggan berkiprah di bidangnya.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 10 Februari 2014

Bangunan Era Kerajaan Kediri Diekskavasi

Kompas, Senin, 10 Februari 2014 – Balai Pelestarian Cagar Budaya Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, sepekan terakhir mengekskavasi awal struktur bangunan batu bata di Desa Semen, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Struktur batu bata itu diperkirakan peninggalan masa Kerajaan Kediri.

Hasil ekskavasi awal itu akan memberikan rekomendasi berupa ekskavasi lanjutan menyertakan instansi Balai Arkeologi Yogyakarta agar lebih detail. ”Kami berusaha melacak struktur bangunan yang utuh. Kemungkinan masih banyak,” kata Nugroho Harjo Lukito, arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Jumat (7/2). Struktur bangunan itu ditemukan warga ketika mengeruk tanah sawah.

Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.656 pengikut lainnya.