Oleh: hurahura | 17 Oktober 2014

Data Sejarah Rusak

Kongres Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia sebagai forum ilmiah arkeologi tertinggi di Indonesia memberikan pernyataan sikap terkait penggalian Situs Gunung Padang oleh Tim Terpadu Riset Mandiri Gunung Padang. Penggalian situs itu dinilai tidak berwawasan pelestarian.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 11 Oktober 2014

Lindungi Goa Maros-Pangkep

Dalam beberapa tahun terakhir, kondisi lukisan goa di kawasan karst Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan, semakin memprihatinkan. Dari total 93 goa yang memiliki lukisan, sekitar 30 persen di antaranya kini mulai rusak.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 7 Oktober 2014

Misteri Relief Karmawibhangga dan Stupa Induk

Kalau saja Raffles tidak berminat pada sejarah dan kebudayaan Indonesia, mungkin Candi Borobudur masih diliputi kegelapan. Raffles adalah Gubernur Jendral Inggris di Hindia Belanda (1811-1815). Dia berkedudukan di Jakarta tapi banyak berkeliling Pulau Jawa. Sebagai ilmuwan, Raffles menulis buku History of Java.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 5 Oktober 2014

Peninggalan Arkeologi di Timor Leste

Sejumlah ilmuwan Australia pemburu fosil tikus raksasa di Timor Leste pernah menemukan pahatan unik pada bebatuan di Goa Lene Hara. Karya seni purba itu berujud wajah-wajah manusia, teridentifikasi berumur lebih dari 12.000 tahun. Salah satunya menggambarkan wajah dengan hiasan kepala sirkuler berbentuk matahari. Kemungkinan artefak tersebut merupakan temuan pertama di Timor Leste dan satu-satunya dari masa Pleistosen di kawasan itu. Sebelumnya, tahun 2010 lalu, tim peneliti menemukan lukisan goa di situs tersebut yang tarikhnya diperkirakan 30.000 tahun.

Baca Lanjutannya…

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan Tim Nasional Penelitian dan Pengelolaan Situs Gunung Padang. Kebijakan ini diharapkan dapat menetralkan perseteruan pendapat antarpeneliti terkait dengan Situs Gunung Padang.

Baca Lanjutannya…

Talkshow-02Seminar 200 tahun penemuan Candi Borobudur

Suatu hari Raffles, wakil gubernur Inggris untuk Jawa, mendengar cerita tentang batu-batuan berukir yang tersembunyi di dalam hutan belantara. Segera pada 1814 ia mengutus Cornelius, seorang insinyur Belanda, untuk melakukan survei. Dalam dua bulan, Cornelius beserta 200 bawahannya menebangi pepohonan dan semak belukar yang tumbuh menutupi batu-batu berukir itu, termasuk membongkar tanah penimbun batu.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 22 September 2014

Tenaga Konservasi Minim

Indonesia saat ini hanya memiliki 75 tenaga eksplorasi dan konservasi cagar budaya di dasar laut yang tersebar di sejumlah Unit Pelaksana Teknis di Nusantara. Dibandingkan potensi kekayaan dasar laut yang luar biasa dahsyat, jumlah itu termasuk kecil. Saat ini tercatat ada 463 situs dasar laut di Indonesia dan baru 42 yang telah diidentifikasi.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 17 September 2014

Situs Gunung Padang: Penggalian Masih Berlangsung

Tentara-01Penggalian arkeologi oleh TNI AD tidak sesuai prosedur dan kaidah ilmiah (Foto: Istimewa)

Pengeboran dan ekskavasi di situs megalitikum Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang dimulai pada Minggu (14/9) masih berlangsung. Kerja tim peneliti dibantu anggota TNI Angkatan Darat. Dalam penggalian itu, tim menemukan lempeng logam, antara lain berupa koin.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 15 September 2014

Situs Gunung Padang Tetap Menuai Kontroversi

Feri-01Tentara sedang menggali di situs Gunung Padang. Pekerjaan seperti ini jelas tidak mengikuti kaidah-kaidah dalam arkeologi.

Situs Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat, masih tetap heboh dan menuai kontroversi. Bukan karena umur situs yang dikatakan lebih tua dari piramida Mesir. Bukan pula karena luas situs yang konon melebihi areal Candi Borobudur. Tetapi karena tentara dengan sepatu larsnya ikut menggali di situs itu.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 14 September 2014

Jejak Manusia Karst Goa Kidang

Peradaban Masa Lalu Gua KidangKOMPAS/P RADITYA

Anggota tim dari Balai Arkeologi Yogyakarta mengekskavasi kerangka manusia prasejarah di Goa Kidang, Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, awal Juni. Mereka meneliti jejak manusia prasejarah di goa tempat hunian manusia prasejarah sekitar 9.000 tahun lalu itu.

Kerangka remaja berusia 14-19 tahun itu ditemukan meringkuk di kedalaman 80 sentimeter di Goa Kidang, Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Warga sekitar menyebutnya manusia karst Goa Kidang karena dia ditemukan di goa pegunungan karst, Pegunungan Kendeng Utara.

Baca Lanjutannya…

Isman-agiDr. Isman Pratama Nasution (kiri) dan Dr. Agi Ginanjar (kanan)

Sejak Masjid Quba di Madinah yang merupakan bangunan masjid pertama dibangun oleh Nabi Muhammad SAW sekitar abad ke-7 Masehi, perkembangan bentuk dan gaya bangunan masjid mengalami perkembangan. Pada awalnya masjid dibangun dengan bentuk yang sangat sederhana. Namun kini Masjid Quba telah menjadi salah satu masjid terbaik di Madinah yang dibuat dari tembok batu, berkubah, dan memiliki menara. Fungsi dan peran masjid pun mengalami perkembangan, tidak lagi hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi tempat konsultasi dan komunikasi berbagai bidang. Baik yang berkaitan dengan penegakan ajaran agama maupun fungsi sebagai tempat sosial kemasyarakatan.

Baca Lanjutannya…

Aktivitas ekskavasi sekaligus ledakan kunjungan wisatawan di Situs Gunung Padang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dikhawatirkan merusak kawasan cagar budaya tersebut. Pemerintah harus segera mengantisipasi secara serius dampak negatif itu.

Baca Lanjutannya…

Dalam bentuknya yang paling sederhana, paling tidak, dunia fashion dan mode sudah dikenal sejak zaman prasejarah. Diperkirakan masyarakat Indonesia mulai membuat pakaian pada Masa Bercocok Tanam, ribuan tahun yang lalu. Karena masih primitif, tentu saja bahan-bahan pakaian berasal dari lingkungan alam terdekat. Kulit kayu dan kulit hewan, tidak dimungkiri, paling banyak digunakan untuk keperluan ini.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 30 Agustus 2014

Penghuni Goa Harimau Leluhur Orang Sumatera…

Ekskavasi Goa HarimauKOMPAS/ALOYSIUS BUDI KURNIAWAN

Arkeolog mengekskavasi Homo sapiens di situs Goa Harimau, Desa Padang Bindu, Semidang Aji, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, akhir Mei 2014. Pada ekskavasi ketujuh ini, Pusat Arkeologi Nasional turut menggandeng para peneliti dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman untuk mendeteksi DNA Homo sapiens di situs ini dan membandingkannya dengan sampel DNA masyarakat sekitar untuk menelusuri hubungan genetik.

Baca Lanjutannya…

Oleh: hurahura | 29 Agustus 2014

Balai Konservasi Borobudur Jadi Pusat Konservasi

SeminarSuasana bincang dan seminar 200 tahun penemuan Candi Borobudur (Foto: Djulianto Susantio)

Balai Konservasi Borobudur direncanakan berkembang menjadi pusat konservasi nasional. Tak sekadar mempelajari konservasi cagar budaya berwujud batu, pusat konservasi itu nantinya juga menjadi pusat pembelajaran tentang konservasi beragam cagar budaya, mulai dari tulang, fosil, batu bata, kain, kertas, hingga keramik.

Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.710 pengikut lainnya.